Selasa, 18 Jun 2019 13:34 WIB

Soal Denda Pembatalan Order, Ini Penjelasan Lengkap Grab

Alfi Kholisdinuka - detikInet
Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET
Jakarta - Mulai 17 Juni 2019, Grab melakukan uji coba denda bagi pelanggan yang melakukan pembatalan order. Uji coba yang dilakukan di Lampung dan Palembang ini akan berlangsung selama satu bulan. Mengenai pemberlakuan denda ini, Grab pun memberikan penjelasan.

Menurut President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, uji coba tersebut dilakukan untuk memberikan perlakuan adil terhadap pengguna aplikasi baik mitra pengemudi maupun pelanggan agar tidak lagi muncul pembatalan pemesanan yang dilakukan semaunya.

"Ini untuk mengapresiasi mitra pengemudi yang memang atas usaha dan waktunya untuk menjemput sesuai dengan permintaan penumpang dan dengan waktu yang diminta," ujar Ridzki saat dihubungi, Selasa (18/6/2019).


Tonton juga: Ups! Asal Cancel Pesanan di Grab Bakal Dikenakan Biaya

[Gambas:Video 20detik]





Ridzki menyampaikan kebijakan tersebut berasal dari masukan pengemudi yang menghadapi kejadian pembatalan order. Sehingga pihaknya menindaklanjuti dengan membuat sebuah kebijakan baru ini.

"Ini perubahan mindset, kita perlu melakukan ini secara bertahap dan hati-hati. Makanya kenapa kita lakukan uji coba dulu di Lampung dan Palembang, jadi itu yang utamanya," papar Ridzki.

Ridzki menekankan, adanya kebijakan baru ini tidak semata-mata untuk memberikan sanksi kepada pelanggan. Menurutnya, para mitra sudah lama mendapatkan konsekuensi dari pembatalan order melalui penilaian performa.

"Sebenarnya ini untuk memberikan pelayanan yang optimal untuk kedua belah pihak supaya lebih adil. Pelanggan tidak perlu khawatir karena ada beberapa kriteria untuk sampai terkena biaya pembatalan," katanya.


(prf/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed