Rabu, 08 Agu 2018 08:31 WIB

Ini Alasan Grab Ogah Naikan Tarif Rp 3.000/Km

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Adi Fida Rahman/detikinet Foto: Adi Fida Rahman/detikinet
Jakarta - Mitra driver ojek online (Ojol) yang akan menggelar demo menuntut Grab menaikan tarif menjadi Rp 3.000. Menanggapi tuntutan tersebut, Grab ogah mengabulkan, apa alasanya?

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan pihaknya secara aktif berkomunikasi dengan mitra pengemudi dari berbagai komunitas. Hasil monitoring mereka tidak menemukan adanya masalah di mitra pengemudi.

Ridzki mengaku sudah membaca sejumlah tuntutan yang diajukan mitra pengemudi yang akan berdemo pada 18 Agustus mendatang. Dia menilai tuntutan tersebut malah bisa berpotensi mengurangi pendapatan mitra pengemudi.

"Jika dinaikan secara drastis, maka akan ada penurunan pemintaan secara drastis pula. Imbasnya pendapatan mitra pengemudi ikutan turun dratis," ujar bos Grab Indonesia itu kala berbincang di Jakarta, Selasa (7/8/2018).



Ditambahkannya, pihak Grab selalu fokus untuk meningkatkan pendapatan mitra pengemudi. Beragam upaya telah dilakukan, tak terkecuali kenaikan tarif perjalanan GrabBike dan ini telah mereka lakukan pada Mei lalu.

Sebelumnya Grab menetapkan argo minimum perjalanan sebesar Rp 5.000 naik menjadi Rp 7.000. Mereka pun telah melakukan kenaikan tarif per kilometernya dari Rp 1.600 menjadi Rp 2.300 untuk perjalanan pendek.

"Kalau ada yang merasa tidak puas atau sebaliknya, mungkin bisa bertanya lagi ke mitra pengemudi secara langsung bagaimana sebetulnya keadaannya," tegas Ridzki.

Diberitakan sebelumnya, para driver ojol berencana menggelar demonstrasi di hari pembukaan Asian Games 2018, karena mereka menuntut Grab sebagai salah satu perusahaan transportasi yang jadi sponsor Asian Games 2018 mengembalikan tarif minimal.

Demo ini akan berlangsung di Palembang dan Jakarta sebagai tempat digelarnya ajang pesta olahraga akbar se-Asia ini. Dikatakan estimasi massa yang akan berdemo bisa mencapai 2 juta orang karena persoalan tarif minimal ini sudah jadi isu driver ojol nasional.


Para driver tersebut menuntut menaikkan tarif dasar, dari yang saat ini antara Rp 1.200-Rp 1.300 per kilometer menjadi Rp 2.000-Rp 3.000 per kilometer.

Para mitra driver yang akan berdemo telah melakukan medisi dengan pihak Grab yang difasilitasi oleh Direktorat Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Metro Jaya pada Jumat kemarin (3/8). Hasilnya berakhir buntu.

Kendati begitu, para mitra driver ini masih membuka kesempatan untuk mediasi kembali dengan pihak Grab. "Diharapkan ada mediasi lagi," ujar Presiden Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono saat dihubungi detikINET, Senin (6/8/2018).


Grab Sengaja Naikan Tarif Karena Bakal Didemo? Simak Videonya:

(afr/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed