Kamis, 07 Jun 2018 06:25 WIB

Pelajar Indonesia Selfie bareng Bos Apple di WWDC

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET
Jakarta - Ternyata Worldwide Developer Conference (WWDC) tak hanya jadi ajang tahunan untuk meluncurkan inovasi terbaru Apple. Selama enam tahun terakhir, Apple juga memberikan beasiswa bagi pelajar untuk menghadiri WWDC secara langsung dan salah satunya berasal dari Indonesia.

Penerima beasiswa yang menghadiri WWDC 2018 sendiri ada 350 orang dari 42 negara. Perwakilan Indonesia yang ikut serta saat ini diwakili oleh mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Bina Nusantara, Andika Leonardo. Dia menjadi pelajar pertama yang mendapat beasiswa Apple dan menghadiri ajang tahunan tersebut.

Andika memenangkan beasiswa ini usai menciptakan kelas jaringan neural di aplikasi Swift Playgrounds milik Apple. Padahal sebelumnya, ia tidak pernah menulis kode aplikasi sendiri.


Nyatanya, Andika merupakan anak muda yang cepat belajar. Hanya butuh satu minggu yang dipelajari oleh Andika untuk mempelajari dan memahami machine learning.

Setelah itu, ia menghabiskan tiga minggu untuk mengembangkan dua sistem, yaitu program yang dapat memperhitungkan rute terpendek di antara dua titik dan program yang dapat mengenali dan membaca tulisan tangan dan nomor 1-9.

"Saya ingin membuat semuanya tidak terlalu teknis ketika menulis kode aplikasi, karena itu akan membuat masyarakat awam bingung. Jadi, saya hanya menyimpan hal yang esensial, menyembunyikan kesalahan dan menyiapkan data set untuk melatih aplikasinya, serta membuat panduan logika sederhana untuk mereka," kata Andika, dikutip detikINET dari CNET, Rabu (6/6/2018).




Tak terbayang dipikiran pria berumur 19 tahun ini menjadi salah satu orang yang beruntung mengikuti ajang tahunan WWDC di Cupertino, Amerika Serikat, bersama ratusan orang lainnya dari berbagai penjuru dunia. Dia bahkan sempat bertemu langsung dengan CEO Apple Tim Cook dan mengajaknya berselfie.
Pelajar Indonesia Selfie bareng Bos Apple di WWDCFoto: Dok. Pribadi

Ketika pertama kali mendapatkan beasiswa, Andika sempat bertanya kalau itu hanya gurauan saja. Berbicara aktivitas sehari-seharinya, saat waktu senggang, pria satu ini meluangkan waktu untuk mengajarkan coding kepada mahasiswa lainnya. Kendati telah berbagi ilmu, rupanya Andika masih merasa dirinya tidak terlalu jago, dan semua itu dianggapnya sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Selain Andika yang berasal dari Indonesia, ada Brenda Lau yang mewakili Malaysia di ajang WWDC. Dia adalah lulusan Teknologi Informasi dari Universitas Asia Pasifik.

Orang Indonesia Dapat Beasiswa dan Berguru ke Markas AppleFoto: Apple


Brenda memenangkan beasiswa ini setelah mendaftarkan tutorial untuk membuat origami burung bangau yang menggunakan image recognition. Ia melatih modelnya dengan menggunakan database yang berisi lebih dari 1.000 gambar.



"Bagian tersulit dari melatih aplikasi saya adalah banyaknya hal yang harus saya lakukan saat mengambil gambar dari setiap langkah membuat origami. Itu membutuhkan lebih dari 1.000 gambar - memperhitungkan sudut yang berbeda, permukaan dan kertas yang berwarna, dan juga halangan yang dihadapi di tengah jalan," kata Brenda.



Setelah WWDC, Brenda merencanakan untuk meluncurkan aplikasinya sendiri yang fokus pada tutorial membuat origami.

Sementar Andika saat ini belum membesut aplikasi. Meski demikian, ia merencanakan untuk meluncurkan aplikasi App Store yang disebut Quickplay. Hanya saja Andika belum mengungkap lebih jauh fokus layanan aplikasinya tersebut.. (agt/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed