Senin, 20 Nov 2017 10:58 WIB

Seluk Beluk Callind, Pesaing WhatsApp Buatan Gadis Kebumen

Rinto Heksantoro - detikInet
Novi dan aplikasi Callind buatannya. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom Novi dan aplikasi Callind buatannya. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Kebumen - Novi Wahyuningsih, warga Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo, Kebumen, telah berhasil menciptakan aplikasi chatting bernama Callind. Seperti apa aplikasi karya gadis berusia 26 tahun ini?

Callind yang merupakan singkatan dari Calling Indonesia merupakan aplikasi yang mirip dengan WhatsApp dan BBM yang memungkinkan kita melakukan chat privat, broadcast message, kirim foto, telepon, hingga video call.

Meski belum diluncurkan secara resmi, tapi aplikasi ini sudah dapat diunduh di toko aplikasi di Android yakni Play Store. Hingga saat ini menurut Novi, pengguna aplikasi tersebut tercatat ada sekitar 70 ribu.

Ke depan, ditargetkan bisa mencapai 10 juta pengguna dalam 1 tahun. Dan 3 tahun kemudian, ditargetkan mencapai 50 juta pemakai.
Seluk Beluk Callind, Alternatif WhatsApp Buatan Gadis KebumenFoto: Rinto Heksantoro/detikcom

Callind yang diklaim oleh Novi sebagai aplikasi chatting buatan asli Indonesia ini rencananya baru akan resmi diluncurkan pada bulan Februari 2018 nanti di Jakarta. Ia pun berharap, Callind bisa diterima oleh masyarakat Indonesia, jadi raja di negara sendiri dan juga diterima dunia.

"Semoga bisa benar-benar diterima di Indonesia dan bahkan merajai di negeri sendiri, selain itu bisa juga digunakan oleh masyarakat di dunia. Target 50 juta pengguna dalam 3 tahun semoga juga bisa tercapai," pungkas alumni UGM ini.

Kini gadis asal Kebumen itu tidak hanya sibuk mengembangkan perusahaan yang ia miliki, namun juga mondar-mandir ke beberapa kota di Indonesia untuk mengisi workshop/ seminar sebagai pembicara. Dia mengaku sering diundang dalam acara berskala nasional ataupun internasional. (fyk/fyk)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed