Kamis, 09 Nov 2017 14:55 WIB

Kominfo: Twitter Sarang Pornografi dan Konten Negatif

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - WhatsApp jadi bulan-bulanan dalam beberapa hari belakangan ini karena membuka akses untuk konten GIF berbau pornografi di layanannya. Padahal, WhatsApp katanya bukan platform paling berbahaya soal konten negatif.

Konten negatif yang dimaksud seperti mengandung unsur pornografi, hoax, SARA, radikalisme, terorisme, penipuan online, perjudian, hingga soal keamanan internet.

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Noor Iza mengungkapkan, untuk pelaporan aduan konten negatif di media sosial dapat dilihat dari jumlah akun yang dilaporkan. Artinya, angka tersebut berdasarkan per akunnya.

"Laporannya bisa dari masyarakat, kementerian atau lembaga, sampai berdasarkan pantuan," ujar Noor Iza kepada detikINET, Kamis (9/11/2017).

Berdasarkan data yang telah dihimpun oleh Kominfo, Twitter adalah platform media sosial paling banyak ditemukan konten negatifnya.

Pada 2016, Kominfo menerima 3.211 laporan aduan konten negatif di Twitter. Sementara sepanjang tahun ini, media sosial berlogo burung itu meningkat drastis jumlah laporannya mencapai 521.407. Khusus untuk bulan Agustus saja, ada 521.350 laporan yang berkaitan dengan Twitter.

Saksikan video 20detik tentang konten pornografi di twitter di sini:

[Gambas:Video 20detik]

Kemudian, Facebook dan Instagram menjadi platform media sosial yang dilaporkan masyarakat di posisi kedua. Keduanya tercatat ada 1.375 laporan di 2016 dan tahun ini mencapai 513 laporan.

Lalu berikutnya ada YouTube dan Google di tahun kemarin dilaporkan dengan total 1.114 dan sepanjang tahun ini mencapai 99 laporan.

Sedangkan di posisi buncit ditempati Telegram. Tahun lalu ada dua laporan terkait Telegram. Di tahun ini, jumlah laporan meningkat jadi 105 aduan konten negatif di platform-nya.

(rns/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed