Jumat, 21 Apr 2017 15:36 WIB

Tegang di Bumi, AS dan Rusia Rukun di Luar Angkasa

Agus Tri Haryanto - detikInet
Peluncuran Soyuz MS-04. Foto: Getty Images Peluncuran Soyuz MS-04. Foto: Getty Images
Jakarta - Meski sedang dilanda ketegangan di bumi terkait konflik Suriah dan lainnya, Amerika Serikat dan Rusia tetap rukun di luar angkasa. Buktinya, badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menebeng Rusia untuk mengirim astronotnya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Pengiriman tersebut menggunakan pesawat Soyuz MS-04. Proses peluncuran para penyelajah antariksa ini ke ISS telah berjalan sempurna. Peluncuran tersebut dilakukan dari Baikonur Comodrome di Kazakhstan, Kamis (20/4/2017) waktu setempat.

Dilansir dari Space Flight Insider, Jumat (21/4/2017), Soyuz MS-04 yang merupakan kepunyaan Rusia ini membawa dua awak, yaitu kosmonot Fyodor Yurchikhin usia 58 tahun dan seorang astronot NASA Jack Fischer yang berumur 43 tahun.

Keduanya akan bergabung dengan anggota ISS di angkasa, yaitu astronot NASA Peggy Whitson, astronot Badan Antariksa Eropa (ESA) Thomes Pesquet, dan kosmonot Rusia Oleg Novitskiy.

Butuh waktu hingga enam jam dari waktu peluncuran, Soyuz MS-04 dapat berlabuh di ISS. Untuk diketahui ISS ini mengorbit dengan ketinggian 400 kilometer dari permukaan Bumi.

Baik Fischer dan Yurchikhin tidak akan menghabiskan waktu hingga tahunan menjadi warga ISS. Mereka hanya bertugas selama kurang lebih empat bulan, sehingga pada September tahun ini bisa kembali lagi ke bumi.

Badan Antariksa Rusia yang dikenal dengan Roscosmos ini hanya mengirim dua kru ke dalam Soyuz untuk bertugas ke ISS. Padahal wahana tersebut dapat memuat untuk tiga awak sekaligus untuk sekali peluncuran.

Keputusan irit mengirim kosmonot ini ke ISS, karena Rusia tengah menghemat pengeluaran guna meluncurkan modul baru murni buatan mereka yang direncanakan bisa menyaingi ISS. Rencananya ISS ala Rusia itu hadir pada dekade ini. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Masih Sulit Bawa Manusia Terbang ke Mars

    'Masih Sulit Bawa Manusia Terbang ke Mars'

    Senin, 18 Jun 2018 21:35 WIB
    Space Launch System NASA, Rocket SpaceX milik Elon Musk, dan Blue Origin kepunyaan Jeff Bezos, diyakini mantan astronot ini masih sulit bawa manusia ke Mars.
  • Huawei Bantah Ancam Keamanan Australia

    Huawei Bantah Ancam Keamanan Australia

    Senin, 18 Jun 2018 19:59 WIB
    Huawei merilis surat terbuka yang isinya membantah tudingan pemerintah Australia yang menilai jaringan mereka berbahaya bagi keamanan nasional negara itu.
  • Si Kardus Nintendo Labo Laris Manis

    Si Kardus Nintendo Labo Laris Manis

    Senin, 18 Jun 2018 15:35 WIB
    Berbahan dasar kardus, tak sedikit gamer yang mengejek kemunculan Nintendo Labo. Meski demikian, nyatanya aksesoris Nintendo Switch ini laris manis di pasaran.
  • Google Guyur Pesaing Alibaba Rp 7,7 Triliun

    Google Guyur Pesaing Alibaba Rp 7,7 Triliun

    Senin, 18 Jun 2018 14:26 WIB
    Google terus memperkuat cengkraman bisnisnya di China dengan cara mengguyur uang triliunan rupiah di salah satu raksasa e-commerce pesaing terkuat Alibaba.
  • Trafik Data Lebaran Telkomsel Melonjak 109%

    Trafik Data Lebaran Telkomsel Melonjak 109%

    Senin, 18 Jun 2018 13:35 WIB
    Telkomsel mencatat kenaikan trafik layanan data signifikan. Jika dibandingkan periode Lebaran tahun lalu, trafik data operator seluler itu melonjak pesat 109%.
  • Fortnite Ikut Nebeng Semarak Piala Dunia

    Fortnite Ikut Nebeng Semarak Piala Dunia

    Senin, 18 Jun 2018 12:53 WIB
    Setelah update Thanos dari euforia film Avengers Infinity War beberapa waktu lalu, kini game Fortnite juga ikut serta menyemarakkan Piala Dunia 2018.
  • Bill Gates Ternyata Ada Dua Orang

    Bill Gates Ternyata Ada Dua Orang

    Senin, 18 Jun 2018 10:59 WIB
    Hari ini adalah hari ayah di Amerika Serikat. Pendiri Microsoft Bill Gates pun tak ketinggalan mengucapkan selamat hari ayah untuk bapaknya yang ternyata..