Kamis, 12 Jan 2017 10:48 WIB

Awas! Foto Bergaya 'Peace' Rentan Pencurian Identitas

Adi Fida Rahman - detikInet
Taylor Swift bergaya peace (Foto: GettyImages/Scott Gries) Taylor Swift bergaya peace (Foto: GettyImages/Scott Gries)
Jakarta - Pose V dengan memperlihatkan jari telunjuk dan tengah atau sering disebut peace, menjadi andalan saat berfoto. Tapi gaya ini rupanya rentan akan pencurian indentitas. Kok bisa?

Profesor dari Japanese National Institute of Information, Isao Echizen, melaporkan bahwa dirinya berhasil memperoleh sidik jari dari foto pose V yang diambil dari jarak kurang dari tiga meter.

Temuan tersebut juga diperkuat dengan pernyataan dari Professor Yue Qiangong dari Certification Technology Research Center, Biro Keamanan Publik China. Dia mengatakan pencurian sidik jari dari sebuah foto pose V adalah ancaman yang nyata.

"Meskipun sulit mendapatkan sidik jari seseorang dari satu foto. Tidak demikian dengan video, kita bisa mendapatkannya secara menyeluruh," ujarnya seperti dilansir dari Beijing News, Kamis (12/1/2017).

Yue berpesan untuk tidak mengungah foto pose V di media sosial, agar mengurangi kerentanan pencurian identitas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Temuan Isao dan Yuo ini memang cukup mengagetkan.

Sebelumnya, sekitar dua tahun lalu sudah ada hacker yang mengklaim dirinya mampu mengkloning sidik jari dari sebuah foto. Tapi saat itu, klaim ini dianggap isapan jempol sehingga banyak yang tidak percaya.

Adalah Jan Krissler hacker yang mengaku berhasil mengkloning sidik jari milik Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen sekitar Desember 2014. Dalam aksinya, Krissler hanya menggunakan foto yang diambil saat konfernsi pers. Foto tersebut kemudian diolahnya menggunakan software editing foto biasa.

"Aku menganggap passwordku lebih aman ketimbang sidik jariku. Passwordku hanya tersimpan dalam kepalaku. Jika mengetiknya dengan hati-hati, aku tetap jadi satu-satunya orang yang mengetahuinya," kata Krissler.

Sidik Jari Makin Ditinggalkan

Vendor ponsel saat ini berlomba menyematkan sensor sidik jari untuk meningkatkan keamanan. Tapi di lain sisi, banyak perusahaan yang meninggalkan hal tersebut. Alasannya, mereka meragukan kemampuan sidik jari untuk sistem keamanan yang andal.

Karena itu pula, banyak perusahaan beralih ke 'biometrik hidup'. Pengunaan 'biometrik hidup' diyakini jauh lebih aman karena sulit untuk ditiru.

Salah satu contoh perusahaan yang mengaplikasikan teknologi tersebut adalah Bank Barclays di Jepang. Mereka menggunakan sistem pengenalan vena untuk sistem keamanannya. (afr/rns)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed