Kamis, 15 Des 2016 07:37 WIB

Google Kewalahan Bendung Situs Penebar Hoax

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Kemunculan situs abal-abal dan berita hoax di internet sulit dibendung. Raksasa mesin pencarian Google, mau tidak mau harus turut andil dalam kondisi ini.

Country Director Google Indonesia Tony Keusgen mengaku bahwa pihaknya bekerja keras membersihkan situs abal-abal. Namun masalahnya, Google sendiri kewalahan mengontrol peredaran berita hoax dan berbagai situs tak jelas yang diupload ke internet.

"Kami sebisa mungkin berusaha menyajikan informasi paling dapat dipercaya di pencarian teratas. Namun ada banyak pihak yang bisa mengupload data, termasuk informasi palsu. Kami belum bisa mengontrol itu. Tapi kami berupaya merekomendasikan informasi paling terpercaya," ujarnya usai acara Year in Search 2016 di The Gunawarman, Jakarta, Rabu (14/12/2016).

Head of Communications Google Indonesia Putri Silalahi menambahkan, salah satu upaya Google antara lain dengan merangkul publisher dan media yang kredibel untuk menampilkan informasi yang bisa dipercaya.

"Misalnya, untuk Google News itu kan, we work with you guys, agar yang muncul dalam pencarian teratas adalah news yang sudah pasti factual," sebut Putri.

Google juga memanfaatkan teknologi Accelerated Mobile Pages (AMP). Teknologi ini ditujukan bagi publisher dan media yang kompeten, agar konten mereka tidak berat saat diakses netzen.

"Makanya pakai AMP itu supaya website dari media-media terpercaya menjadi ringan. Jadi ketika mereka nyari-nyari informasi di mobile, berita-berita dari situs terpercaya itu tampil duluan. Jadi pengguna cenderung akan lebih mengakses situs-situs terpercaya," sebut Putri.

Saksikan video 20detik di sini:

(rns/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed