×
Ad

Laporan dari Vietnam

Mesin Cuci Terbaru Samsung Bisa Jadi Andalan Bisnis Laundry, Dibekali AI

Panji Saputro - detikInet
Kamis, 15 Okt 2026 08:45 WIB
Mesin Cuci Terbaru Samsung Bisa Jadi Andalan Bisnis Laundry, Dibekali AI Foto: Panji Saputro/detikINET
Hanoi -

Samsung memperkenalkan mesin cuci berkapasitas 18 kg dan mesin pengering 14 kg yang dirancang untuk kebutuhan bisnis laundry. Perangkat ini menawarkan kemampuan mencuci mulai 36 menit, dilengkapi teknologi Bubble Wash, serta fitur pintar untuk mempermudah operasional usaha.

Regional Head of Home Appliances, Vice President Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, Bernard Ang, menjelaskan bahwa Samsung terus mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membuat aktivitas mencuci semakin praktis, salah satunya melalui AI Wash+.

"Dengan fitur ini, Anda cukup memasukkan seluruh cucian ke dalam mesin, mengaktifkan fiturnya, dan tidak perlu lagi memikirkan durasi pencucian, siklus putaran yang tepat, ataupun takaran detergen yang diperlukan," ujar Bernard dalam acara The Brief 2026 di Samsung Business Experience Studio (BES), Hanoi, Vietnam, Kamis (15/10/2026).

Bernard menjelaskan, AI Wash+ memanfaatkan algoritma dan sensor untuk mendeteksi berat cucian, jenis kain, hingga tingkat kekotorannya. Sistem kemudian menyesuaikan penggunaan air, detergen, dan siklus pencucian secara otomatis.

Sementara itu, lini mesin cuci komersial yang dipamerkan Samsung menawarkan kapasitas besar, siklus pencucian cepat, serta fitur pengelolaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis laundry.

Mesin cuci Samsung. Foto: Panji Saputro/detikINET

Mencuci 36 Menit, Mengeringkan 45 Menit

Mesin cuci terbaru Samsung untuk segmen business-to-business (B2B) memiliki kapasitas 18 kg, sedangkan mesin pengeringnya mampu menampung hingga 14 kg pakaian.

Samsung menjelaskan, perangkat tersebut berbeda dari mesin cuci front load berkapasitas kecil dan menengah yang umumnya digunakan di rumah.

"Lini produk yang Anda lihat di sini berbeda dengan mesin cuci front load kecil hingga menengah. Ukuran drum di dalamnya 30 inci dengan kedalaman 72 cm," kata perwakilan Samsung.

Kapasitas besar tersebut memungkinkan mesin digunakan untuk mencuci pakaian dalam jumlah banyak maupun barang berukuran besar, seperti seprai dan perlengkapan tidur.

Samsung juga mengoptimalkan dua mode pencucian yang paling sering digunakan, yakni normal dan heavy duty.

Pada mode normal, proses pencucian dapat selesai dalam waktu 36 menit. Klaim ini berdasarkan pengujian internal Samsung menggunakan beban 3,6 kg pakaian berbahan katun dan seprai berukuran besar.

Sementara itu, mode heavy duty yang dirancang untuk pencucian lebih intensif membutuhkan waktu sekitar 50 menit.

Untuk mesin pengering, Samsung mengklaim mode normal maupun heavy duty dapat menyelesaikan proses pengeringan dalam 45 menit.

Dengan demikian, proses mencuci menggunakan mode heavy duty dan dilanjutkan pengeringan membutuhkan waktu total sekitar 95 menit, berdasarkan durasi siklus yang disampaikan Samsung.

Kecepatan tersebut menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan bagi pelaku bisnis laundry yang perlu melayani banyak pelanggan setiap hari.

Mesin cuci Samsung. Foto: Panji Saputro/detikINET

Bubble Wash dan VRT Plus untuk Penggunaan Intensif

Meski menawarkan durasi pencucian relatif singkat, Samsung mengklaim kemampuan membersihkan pakaian tetap optimal berkat teknologi Bubble Wash.

Teknologi ini bekerja dengan mencampurkan udara, air, dan detergen melalui generator gelembung yang berada di bagian bawah mesin.

"Meskipun siklus pencuciannya relatif singkat, teknologi Bubble Wash kami membantu menghasilkan performa pencucian yang sangat kuat," jelas perwakilan Samsung.

Gelembung yang dihasilkan membantu detergen larut lebih cepat dan meresap ke serat kain untuk mengangkat noda.

Selain performa pencucian, Samsung memperhatikan ketahanan perangkat. Pasalnya, mesin cuci untuk bisnis laundry umumnya digunakan lebih sering dibandingkan mesin cuci rumah tangga.

Samsung mengklaim telah merancang motor dan komponen poros agar mampu menghadapi penggunaan intensif. Perusahaan menyebut angka ketahanan hingga 30.000 putaran, meski belum merinci standar pengujian yang digunakan.

Untuk mengurangi getaran, Samsung menyematkan teknologi Vibration Reduction Technology Plus (VRT Plus).

Teknologi tersebut dirancang untuk membantu menjaga kestabilan mesin saat beroperasi sekaligus mengurangi getaran yang berpotensi mempercepat keausan komponen internal.



Simak Video "Samsung Galaxy Z Fold8 vs Fold8 Ultra: Mana yang Lebih Worth It?"


(hps/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork