Raksasa teknologi dunia mulai dari Apple, Nvidia, AMD, Google, Microsoft, Amazon, Tesla, hingga Qualcomm dikabarkan tengah mengevaluasi node proses manufaktur semikonduktor 14A (angstrom) terbaru buatan Intel.
Evaluasi masif ini menjadi angin segar sekaligus pengujian paling krusial bagi lini bisnis pabrikan (foundry) Intel untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pesaing utama pabrikan asal Taiwan, TSMC.
Kapasitas TSMC Penuh Hingga 2028 Buka Peluang Emas
Laporan riset dari firma analis Piper Sandler mengungkap bahwa daya tarik node 14A milik Intel dipicu oleh terbatasnya kapasitas produksi chip canggih global:
- Kapasitas TSMC Terjual Habis: Pabrik TSMC dilaporkan telah habis dipesan hingga tahun 2028, memaksa perusahaan teknologi AS mencari alternatif manufaktur dan pengemasan chip di luar Taiwan.
- Diversifikasi Rantai Pasok AS: Mendorong produksi semikonduktor dalam negeri menjadi prioritas perusahaan teknologi guna meminimalisasi risiko rantai pasok global.
- Tenggat Anchor Customer: Intel wajib mengamankan pelanggan utama pada akhir 2026 atau awal 2027 sebelum memulai skema peningkatan produksi massal yang dijadwalkan pada 2028.
Ancaman Pembatalan Proyek Jika Sepi Peminat
Meski proses evaluasi dari raksasa teknologi menunjukkan sinyal positif, manajemen Intel menegaskan tidak akan berinvestasi secara membabi buta tanpa kepastian kontrak komersial.
Chief Executive Intel, Lip-Bu Tan, memperingatkan bahwa perusahaan tidak segan untuk menghentikan pengembangan node 14A dan generasi penerusnya jika gagal menggaet klien eksternal skala besar. Tan menyatakan tidak ekonomis bagi Intel untuk melanjutkan manufaktur canggih tanpa jaminan komitmen serta pemenuhan pilar target dari pelanggan.
Suntikan Dana USD 20 Miliar
Guna menyokong kesiapan infrastruktur node 14A, Intel telah menyiapkan langkah finansial dan teknis:
- Pendanaan Alat Litografi: Penawaran saham senilai USD 20 miliar (sekitar Rp 308 triliun) yang dilakukan Intel sebagian dialokasikan untuk membeli peralatan pabrik (tooling) senilai USD 10 miliar.
- Kapasitas Fab 62: Peralatan khusus seperti litografi, etching, dan inspection tersebut akan dipasang pada cangkang fasilitas Fab 62 yang hampir rampung, dengan target kapasitas produksi mencapai 20.000 wafer per bulan.
- Target Uji Produksi 2028: Intel menargetkan node 14A memasuki tahap risk production pada awal 2028 untuk menguji validasi chip sebelum diproduksi secara massal.
Jika berhasil mengonversi evaluasi Apple hingga Nvidia menjadi kontrak produksi nyata, Intel berpeluang besar merebut pangsa pasar manufaktur semikonduktor canggih yang selama ini didominasi oleh node N2 dan A16 milik TSMC, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Sabtu (26/9/2026).
Simak Video "Video: Putin Tuduh Badan Intelijen Barat Bantu Ukraina Serang Rusia"
(asj/rns)