iPhone Duo, ponsel layar lipat pertama Apple, resmi diluncurkan. Perangkat ini memang menarik, tapi tetap ada keraguan yang membayanginya.
John Ternus, yang jadi CEO Apple setelah Tim Cook mengundurkan diri, tampil di atas panggung untuk meluncurkannya. Mengusung format lipat menyerupai buku, iPhone Duo ini memiliki ukuran terbesar dari semua seri iPhone yang pernah ada.
Dengan harga awal di AS USD 1.999 (Rp 35 juta) sampai USD 3.200 (Rp 56 juta), model ini juga menjadi yang paling mahal. Ternus mengatakan Duo terinspirasi dari iPad.
Saat dibuka, Duo terbaru ini tampak seperti iPad berukuran kecil. Namun saat dilipat, tampilannya menyerupai iPhone yang lebih lebar.
Ternus menyebut Apple ingin menghindari tampilan dan kesan dari HP lipat lain yang ada di pasaran, yang menurutnya terasa seperti dua ponsel yang disatukan.
Ternus terlibat langsung dalam pengembangan iPhone Duo, mengingat ia menghabiskan bertahun-tahun sebagai eksekutif puncak divisi hardware Apple sebelum ditunjuk sebagai penerus Cook awal tahun ini.
Ben Wood, kepala analis firma riset teknologi FDM CCS Insight, menilai promosi Ternus kemungkinan besar diatur agar bertepatan dengan salah satu peluncuran iPhone terbesar. "Tidak ada hal yang terjadi secara kebetulan di Apple," cetus Wood yang dikutip detikINET dari BBC, Kamis (10/9/2026).
Perombakan desain iPhone ini mungkin mampu menjawab sejumlah kritik yang menyebutkan Apple belum lagi menelurkan produk andalan yang sukses besar atau inovasi yang benar-benar menarik. Namun tidak semua pakar terkesan.
"Ponsel lipat ini berisiko sekadar menjadi hiasan berharga premium dalam portofolio mereka, yang hanya memberikan prestise pada merek tanpa mendorong pertumbuhan yang berarti," kritik Dipanjan Chatterjee, analis di Forrester. Ia menyinggung soal harganya yang sangat tinggi.
Chatterjee mengatakan nasib iPhone lipat ini bisa saja berujung seperti headset Vision Pro yang dibanderol USD 3.699 dan gagal menarik minat. Atau mungkin perangkat ini bisa menjadi semacam Apple Watch berikutnya, yang meski tak sepopuler iPhone tetap dibeli lumayan banyak konsumen.
Kebiasaan pengguna terhadap cara kerja iPhone yang sudah ada selama ini merupakan tantangan potensial lainnya bagi Apple untuk mencetak angka penjualan yang besar dari desain baru ini.
"Ponsel lipat adalah perangkat menarik. Banyak orang yang penasaran, tetapi penyesuaian software serta proses adaptasi yang dibutuhkan pengguna saat beralih dari ponsel tradisional ke ponsel lipat adalah sebuah rintangan yang nyata," sorot Carolina Milanesi, analis dari Creative Strategies.
Lihat juga Video Era Baru Apple Dimulai: iPhone Duo Jadi Kick Off John Ternus
(fyk/fay)