×
Ad

Android 17 Akan Hukum Aplikasi yang Boros Memori dan Bikin HP Lambat

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 21 Agu 2026 21:27 WIB
Foto: Android Authority
Jakarta -

Google akan lebih ketat terhadap aplikasi yang memakan banyak memori. Raksasa teknologi itu akan memperluas fitur batas memori per-aplikasi di Android 17 ke lebih banyak perangkat untuk mencegah aplikasi yang rakus memori sampai membuat performa smartphone melambat.

Fitur ini awalnya tersedia di lini perangkat Pixel, tapi Google mengatakan fitur ini akan hadir di lebih banyak ponsel Android mulai tahun ini. Ponsel Android dengan RAM mulai dari 4GB sampai di atas 16GB dapat menikmati fitur baru ini.

Pada intinya, Google ingin memastikan tidak ada aplikasi yang dapat memakai memori terlalu banyak sampai membuat performa ponsel jadi lambat. Ketika ada aplikasi yang menggunakan memori lebih dari yang diizinkan Android, sistem dapat mengambil tindakan.

Sistem awalnya akan memindahkan sebagian data aplikasi ke memori terkompresi, yang memungkinkan aplikasi tetap berjalan sambil menggunakan RAM lebih sedikit.

Namun, hal ini dapat membuat aplikasi terasa lebih lambat karena ponsel harus mengeluarkan daya pemrosesan tambahan untuk mengompres dan dekompresi data.

Jika langkah pertama tidak berhasil dan aplikasi terus mengonsumsi memori dalam jumlah besar, Android akan mematikan aplikasi sepenuhnya, seperti dikutip dari Android Authority, Jumat (21/8/2026).

Bagi pengguna Android pada umumnya, adanya fitur ini berarti akan ada lebih sedikit kejadian di mana ponsel menjadi lambat karena salah satu aplikasi membutuhkan lebih banyak memori daripada yang seharusnya.

Manfaatnya akan lebih terasa di perangkat entry-level dengan RAM yang lebih sedikit, terutama di tengah krisis memori global. Karena harga RAM yang terus naik, beberapa vendor ponsel menurunkan spesifikasi perangkatnya dan menggunakan memori yang lebih kecil.

Google juga meminta developer untuk mengoptimasi aplikasinya sehingga tidak melewati batasan memori yang ditetapkan. Jika aplikasi sudah dioptimalkan, pengguna seharusnya bisa merasakan pengalaman Android yang lebih responsif saat multitasking, gaming, dan menjalankan layanan AI.

Namun, aplikasi yang benar-benar membutuhkan memori dalam jumlah banyak dapat melambat atau ditutup paksa jika tidak dioptimasi oleh pengembangnya. Oleh karena itu Google memberi tool baru kepada developer untuk membantu mereka mengidentifikasi dan memperbaiki masalah tersebut.



Simak Video "Google Cloud Ungkap Peran AI dalam Mendorong Transformasi Bisnis di Indonesia"

(vmp/vmp)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork