Cara orang bekerja terus berubah. Jika dulu meja kantor menjadi pusat aktivitas, kini kafe, co-working space, bandara, hingga perpustakaan mulai menjadi tempat kerja alternatif bagi banyak orang. Tren kerja hybrid dan mobile membuat kebutuhan perangkat pun ikut berubah.
Laptop memang masih menjadi perangkat utama untuk bekerja. Namun ukuran dan bobotnya terkadang menjadi kendala bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi. Di sisi lain, smartphone sering kali terasa kurang nyaman untuk mengerjakan dokumen, melakukan video conference, atau membaca materi dalam waktu lama.
Di tengah kebutuhan tersebut, tablet mini mulai mendapat perhatian. Perangkat ini menawarkan ukuran yang ringkas seperti smartphone, namun tetap memiliki layar yang cukup luas untuk menunjang produktivitas.
Kenapa Tablet Mini Mulai Dilirik?
Fenomena bekerja dari mana saja atau work from anywhere bukan lagi sekadar tren sesaat. Pertumbuhan co-working space di Indonesia menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap ruang kerja yang fleksibel semakin besar.
Data IMARC Group memproyeksikan pasar co-working space Indonesia akan terus bertumbuh hingga 2034. Sementara sejumlah riset lain memperkirakan pertumbuhan yang cukup tinggi seiring meningkatnya jumlah pekerja hybrid, freelancer, startup, hingga pelaku industri kreatif.
Di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, semakin banyak pekerja yang membawa perangkat digital untuk bekerja di luar kantor. Hal ini membuat kebutuhan terhadap perangkat yang ringan dan praktis menjadi semakin penting.
Tablet mini hadir sebagai jalan tengah antara smartphone dan laptop. Layarnya lebih besar dibanding ponsel sehingga lebih nyaman digunakan untuk bekerja, tetapi dimensinya tetap ringkas sehingga mudah dibawa ke mana saja.
Perangkat dengan ukuran seperti ini cocok untuk membuka dokumen, membalas email, melakukan video call, mencatat, hingga menikmati hiburan tanpa harus membawa laptop setiap saat.
Selain itu, tablet mini juga lebih mudah dimasukkan ke dalam tas kecil dan tidak terlalu membebani pengguna yang sering berpindah tempat. Salah satu perangkat yang ikut meramaikan segmen ini adalah Huawei MatePad Mini yang baru diluncurkan di Indonesia.
Tablet tersebut hadir dengan layar 8,8 inch dan bobot sekitar 260 gram. Huawei mengklaim perangkat ini sebagai salah satu tablet mini tertipis dan teringan yang tersedia saat ini dengan ketebalan sekitar 5,2 mm. Ukurannya yang ringkas membuat tablet ini mudah digunakan dengan satu tangan.
Layarnya menggunakan teknologi Flexible OLED PaperMatte Display yang dirancang untuk mengurangi pantulan cahaya. Teknologi ini memungkinkan layar tetap nyaman digunakan di area dengan pencahayaan terang seperti kafe atau ruang terbuka.
Selain itu, layar tersebut mendukung refresh rate 120 Hz dan tingkat kecerahan hingga 1.800 nits yang memberikan pengalaman visual lebih nyaman.
Senior Retail Manager Huawei Device Indonesia, Edy Supartono, mengatakan Huawei MatePad Mini hadir dengan konsep "Mini but Mighty" yang menggabungkan desain ringkas dengan kemampuan produktivitas yang tetap optimal.
"Huawei MatePad Mini, all in mini, mini but mighty. Huawei MatePad Mini hadir dengan desain yang sangat ringan, sangat tipis, dan juga tetap powerful," ujar Edy.
Ia menambahkan bahwa perangkat tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang semakin mobile. "Ini adalah tablet mini paling kecil dan paling tipis di kelasnya dengan berat hanya 260 gram dan ketebalan 5,2 mm," kata Edy.
(afr/afr)