×
Ad

Anomali S26 Ultra: Pengguna S25 Ultra Justru Paling Banyak Upgrade

Adi Fida Rahman - detikInet
Rabu, 01 Apr 2026 18:32 WIB
Anomali S26 Ultra: Pengguna S25 Ultra Justru Paling Banyak Upgrade. Foto: Anggoro Suryo Jati/detikINET
Jakarta -

Samsung Galaxy S26 Ultra mencatat fenomena tak biasa dalam sejarah penjualan seri Galaxy S. Biasanya, pembeli terbanyak saat sebuah seri baru meluncur adalah pengguna dua generasi sebelumnya. Tapi kali ini berbeda. Justru pengguna S25 Ultra yang paling banyak langsung berpindah ke S26 Ultra.

"Sebelum-sebelumnya itu selalu dua generasi sebelumnya yang paling banyak beli. Waktu S25 Ultra launching, S23 yang paling besar. Sekarang justru S25-nya yang paling besar," ungkap Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia saat ditemui di Galaxy Studio Experience, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu.

Preorder S26 Lebih Tinggi dari S25

Secara keseluruhan, hasil pre-order Galaxy S26 Series yang berlangsung dari 26 Februari hingga 17 Maret 2025 diklaim melampaui pencapaian seri S25 tahun lalu. Samsung pun menyebutnya sebagai salah satu program pre-order dengan waktu pengiriman tercepat yang pernah mereka jalankan.

"Alhamdulillah lebih baik dibanding dengan tahun sebelumnya. Newness dan improvement yang kita bawa di S26 Series, khususnya di Ultra, diterima dengan baik oleh pasar," kata Ilham.

Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia Foto: Adi FR/detikINET

Kenapa Pengguna S25 Ultra Langsung Mau Upgrade? Ilham menyebut sejumlah fitur eksklusif hardware S26 Ultra yang tidak bisa didapat lewat pembaruan perangkat lunak sebagai pendorong utama.

Salah satunya adalah Privacy Display- fitur layar yang hanya bisa dilihat dari sudut pandang langsung - yang dinilai menjadi daya tarik tersendiri.

"Privacy Display itu sesuatu yang tidak mungkin didapatkan dari software update. Jadi ada daya tarik yang lebih cepat supaya orang langsung upgrade," jelasnya.

Selain itu, S26 Ultra yang kini lebih ramping dengan sudut makin membulat juga disebut salah pendorong.

"Rounded design-nya justru pada akhirnya buat tertarik," ungkap Ilham.

Cobalt Violet Kalahkan Hitam untuk Pertama Kali

Kejutan lain datang dari sisi pilihan warna. Untuk pertama kalinya, warna hero launch bukan hitam yang mendominasi penjualan.

"Biasanya dari S25 ke belakang, hero color itu nomor dua. Biasanya black yang nomor satu. Sekarang kebalik, Cobalt Violet nomor satu, black-nya kalah," ujar Ilham.

Galaxy S26 Ultra Foto: Adi FR/detikINET

Pergeseran ini turut bersamaan dengan tren demografis yang menarik. Proporsi pembeli perempuan untuk Galaxy S Ultra mulai meningkat, dari yang sebelumnya sekitar 70% didominasi laki-laki, kini menjadi sekitar 65%.

"Apalagi yang suka nonton konser kan banyak perempuan," kata pria berkacamata ini.

Ultra Tetap Dominan

Di antara tiga varian, S26 Ultra tetap menjadi kontributor penjualan terbesar. Namun Ilham mencatat bahwa S26 Plus dan S26 Base juga memiliki basis penggemar yang loyal dan tidak saling tumpang tindih.

"Pengguna Plus itu banyaknya dari pengguna Plus juga sebelumnya. S21, S22, S23 Plus, ada fans-nya sendiri. Si Base pun begitu," kata Ilham.

Ia juga menambahkan bahwa pengguna Galaxy FE cenderung naik kelas ke varian Plus, bukan ke basic, karena pertimbangan kapasitas baterai dan ukuran layar.

Fitur Quickshare Foto: Adi FR/detikINET

Galaxy AI Jadi Pembeda Utama

Dalam konteks persaingan dengan merek lain, termasuk sejumlah merek asal China yang kian agresif di segmen flagship, Ilham menegaskan Galaxy AI menjadi diferensiator terkuat Samsung saat ini.

Fitur-fitur seperti generative edit berbasis prompting bahasa Indonesia, call screening, hingga nightography video diklaim memberikan nilai lebih yang jauh melampaui kenaikan harga yang terjadi di S26 Series.

"Sensitivity terhadap kenaikan harga terbayarkan karena upgrade-nya bukan cuma dari sisi software, tapi juga hardware. Itu yang pada akhirnya buat mereka tetap mau beli S26 Series," pungkas Ilham.





Simak Video "Video: Kesan Pertama Nyobain Galaxy S26! Ultra"

(afr/rns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork