Poco resmi meluncurkan dua smartphone terbaru dari lini X series, yakni Poco X8 Pro dan Poco X8 Pro Max di pasar global. Kedua ponsel ini langsung mencuri perhatian karena membawa spesifikasi kelas flagship, mulai dari chipset terbaru MediaTek, layar AMOLED super terang, hingga sistem pendingin canggih.
Tak hanya itu, sinyal kehadiran di Indonesia juga semakin kuat. Kedua perangkat ini sudah muncul di database TKDN Kementerian Perindustrian. Bahkan keduanya sudah mejeng di Postel Kementerian Komunikasi dan Digital.
Spesifikasi Poco X8 Pro
Poco X8 Pro menjadi salah satu smartphone pertama yang ditenagai chipset MediaTek Dimensity 8500-Ultra berbasis fabrikasi 4nm. Performa yang ditawarkan sangat tinggi, bahkan diklaim mampu mencetak skor AnTuTu di atas 2 juta poin.
Kinerjanya didukung RAM LPDDR5 Ultra dan penyimpanan UFS 4.1, memastikan kecepatan baca-tulis data yang sangat cepat. Untuk menjaga suhu tetap stabil, Poco menyematkan sistem pendingin 3D Ice-Loop dengan vapor chamber seluas 5.300 mm². Teknologi Wildboost Optimization juga hadir untuk menjaga performa tetap konsisten saat gaming atau multitasking berat.
Dari sisi layar, Poco X8 Pro mengusung panel AMOLED 6,59 inch dengan resolusi 1.5K, refresh rate 120Hz dan perlindungan Gorilla Glass 7i. Layar ini menggunakan material luminer M10 dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 3.500 nits, membuatnya tetap nyaman digunakan di bawah sinar Matahari.
Desainnya tampil premium dengan frame metal dan bodi belakang kaca melengkung. Bezel dibuat sangat tipis dengan distribusi bobot yang seimbang. Modul kamera dilengkapi LED RGB dinamis yang memberikan kesan futuristik.
Untuk kebutuhan fotografi tersemat kamera utama 50 MP dengan sensor Sony IMX883, dipadukan dengan ultra-wide 8 MP. Sementara di bagian depan terdapat kamera 20 MP.
Melengkapi semua keunggulan di atas, Poco memberikan dukungan sensor sidik jari di layar, speaker stereo dan NFC. Menariknya, Poco juga menyematkan sertifikasi ketahanan ekstrem IP66, IP68, hingga IP69K.
Poco juga menghadirkan edisi khusus Iron Man Limited Edition dengan desain bertema armor, lengkap dengan UI khusus yang selaras dengan tema tersebut.
Spesifikasi X8 Pro Max
Sebagai varian tertinggi, Poco X8 Pro Max membawa spesifikasi yang lebih premium. Ponsel ini mengusung layar lebih besar, yakni 6,83 inch dengan resolusi 1.5K dan tetap mendukung refresh rate 120Hz serta kecerahan puncak hingga 3.500 nits.
Di sektor dapur pacu, Poco X8 Pro Max menjadi yang pertama menggunakan chipset MediaTek Dimensity 9500s berbasis 3nm. Chip ini mengusung arsitektur all-large-core yang diklaim mampu memberikan performa tinggi sekaligus efisiensi daya lebih baik.
Sistem pendingin juga ditingkatkan dengan vapor chamber 5.800 mm² yang membuat performa tetap stabil dalam penggunaan intensif. Desainnya semakin premium dengan frame CNC metal, bodi fiberglass kelas flagship, serta modul kamera bergaya racetrack berbahan metal.
Ponsel ini juga dilengkapi sensor sidik jari ultrasonik, sertifikasi IP66/IP68/IP69K, serta LED RGB di sekitar kamera.
Untuk fotografi, Poco X8 Pro Max dibekali kamera utama 50 MP dengan sensor Light Fusion 600 yang menawarkan dynamic range tinggi. Selain itu ada kamera ultra-wide 8 MP dan kamera depan 20 MP.
Salah satu keunggulan utama adalah baterai berkapasitas 9.000 mAh yang sangat besar, didukung pengisian cepat 100W, PPS 100W, serta reverse charging 27W.
Harga dan Kehadiran di Indonesia
Poco X8 Pro hadir dalam pilihan warna Black, White, dan Blue dengan harga:
- 8GB + 256GB: Rs 32.999 (sekitar Rp 6,2 juta)
- 12GB + 256GB: Rs 35.999 (sekitar Rp 6,8 juta)
- Varian Iron Man Limited Edition (12GB + 256GB): Rs 37.999 (sekitar Rp 7,2 juta)
Sementara Poco X8 Pro Max dibanderol:
- 12GB + 256GB: Rs 42.999 (sekitar Rp 8,1 juta)
- 12GB + 512GB: Rs 46.999 (sekitar Rp 8,9 juta)
Kedua model akan mulai dijual mulai tanggal 23 Maret mendatang.
Di Indonesia, tanda-tanda peluncuran seri Poco X8 Pro dan Pro Max semakin kuat. Perangkat berkode 2511FPC34G (Poco X8 Pro) dan 2602BPC18G (Poco X8 Pro Max) telah terdaftar di situs Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian dengan nilai TKDN masing-masing 38,20%. Bahkan, keduanya telah lolos sertifikasi Postel Komdigi (SDPPI)
Kehadiran kedua model di daftar TKDN dan Postel Komdigi menunjukkan bahwa proses persiapan rilis resmi di Tanah Air semakin matang, dengan potensi peluncuran tidak lama lagi-kemungkinan sebelum Lebaran atau di awal tahun ini.
Simak Video "Kajian Ramadan Roblox bersama Pegadaian: Setiap detik Ramadhan adalah peluang investasi spiritual dan finansial"
(afr/afr)