Salip Apple, Xiaomi Hampir Pepet Samsung di Pasar HP Global

Salip Apple, Xiaomi Hampir Pepet Samsung di Pasar HP Global

Adi Fida Rahman - detikInet
Minggu, 01 Agu 2021 06:25 WIB
Head shot close up young shocked woman looking at mobile phone screen, received bank debt notification. Stunned frustrated lady reading sms with unbelievable news on smartphone, making big eyes.
Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Jakarta -

IDC kembali membeberkan kinerja pasar handphone dunia sepanjang kuartal kedua 2021. Xiaomi berhasil menyalip Apple dan hampir pepet Samsung yang masih jadi penguasa.

Samsung terus memimpin pasar dengan mengirimkan 59 juta unit ke seluruh dunia. Angka tersebut tumbuh 9,3% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara Xiaomi menempati posisi kedua untuk pertama kalinya. Perusahaan besutan Lei Jun itu mengirimkan 53,1 juta unit HP. Membuat pertumbuhannya sangat signifikan, mencapai 86,6% YoY.

Karenanya tidak mengejutkan kalau mereka berhasil menyalip Apple. Raksasa teknologi asal Cupertino ini sendiri berada di peringkat ketiga dengan mengirimkan iPhone sebanyak 44,2 juta unit ke seluruh dunia, ini membuat angka pertumbuhannya sebesar 17,8%.

Oppo dan Vivo masing-masing berada di posisi ke-4 dan ke-5. Mereka mampu mengirimkan HP sebanyak 32,8 juta dan 31,6 juta unit.

Pasar HP global Q2 2021Pasar HP global Q2 2021 Foto: IDC

IDC sendiri mencatat pertumbuhan pasar HP global yang cukup signifikan meski masih dihantui pandemi. Sebanyak 313,2 juta perangkat dikapalkan sepanjang April hingga Juni lalu. Sehingga pertumbuhannya menjadi 13,2% dari kuartal kedua 2020.

"Pasar smartphone cukup beruntung tidak mengalami kendala pasokan yang parah seperti industri otomotif, PC, dan display. Pandemi masih jauh dari selesai, namun konsumen di seluruh dunia terus menunjukkan kebutuhan akan perangkat seluler dan keinginan untuk berbelanja di kategori ini," kata Ryan Reith, Program Vice President with IDC's Mobile and Consumer Device Trackers.

"Pengiriman perangkat 5G sedang meningkat, terutama karena titik harga turun, tetapi kami terus percaya bahwa konsumen belum membeli secara khusus untuk 5G. Mereka membeli karena mereka membutuhkan perangkat pengganti, dan dalam beberapa kasus pembelian smartphone pertama kali," pungkasnya.



Simak Video "iPhone 13 Diejek Samsung"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)