Honor Pede Bakal Salip Huawei, Ini Alasannya

Honor Pede Bakal Salip Huawei, Ini Alasannya

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 23 Mar 2021 07:20 WIB
Honor 30
Foto: Honor
Jakarta -

CEO Honor George Zhao meyakini kalau jajaran ponsel Magic terbaru buatan perusahaannya bakal menyalip kemampuan lini ponsel Mate dan P milik Huawei.

Dalam sebuah wawancara panjang dengan wartawan dari media China, Zhao membeberkan sejumlah tantangan yang dihadapinya setelah Honor lepas dari Huawei dan beroperasi sebagai perusahaan independen.

Ia pun mengungkap rencana Honor ke depan, termasuk menggandeng Qualcomm untuk mengembangkan ponsel dengan system on a chip (SoC) Snapdragon 888, yaitu lini ponsel Magic, demikian dikutip detikINET dari GSM Arena, Selasa (23/3/2021).

Menurut Zhao, lepasnya Honor dari Huawei dilakukan dengan cara yang paling terhormat, lengkap dengan pesta perpisahan dari CEO Huawei Ren Zhengfei. Dan kini, Honor menurutnya bakal beroperasi dengan caranya sendiri.

Salah satu langkah mereka ke depannya adalah dengan bernegosiasi dengan AMD, Intel, dan dua perusahaan lain asal AS terkait peluncuran dua laptop Honor Magicbook terbarunya dalam waktu dekat.

Zhao juga meyakinkan kalau ponsel terbaru Honor akan punya kemampuan kamera yang lebih baik, dan juga kemampuan pemrosesan yang lebih tinggi. Hal tersebut bisa mereka capai karena bekerja sama dengan perusahaan seperti Qualcomm dan Google, dan tidak lagi bergantung pada sumber daya milik Huawei.

Di sisi lain, Huawei sendiri disebut bakal mengurangi separuh produksi ponselnya pada 2021 ini. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga agar pengeluarannya tetap rendah.

Perusahaan asal China ini berada di posisi yang sulit sejak dimasukkan dalam daftar cekal Departemen Perdagangan AS di 2019. Segala cara dilakukan Huawei untuk bertahan dari segala rintangan, termasuk salah satunya menjual sub-brand Honor akhir tahun lalu.

Huawei disebut telah memberi tahu pemasoknya bahwa pesanan untuk komponen smartphonenya akan dipotong lebih dari 60% tahun ini.

Laporan tersebut mengutip sumber dari berbagai pemasok yang mengungkapkan bahwa Huawei hanya berencana memesan komponen untuk 70-80 juta smartphone di tahun 2021.

Angka ini menunjukkan penurunan lebih dari 60% dibandingkan 189 juta unit smartphone Huawei yang dikirimkan tahun lalu. Beberapa pemasok bahkan mengindikasikan bahwa angka tersebut berpotensi turun menjadi hampir 50 juta unit.

Meski Huawei belum merilis pernyataan resmi tentang masalah ini, cukup jelas bahwa pembatasan AS berdampak pada bisnis ponsel pintarnya secara global. Berbagai spekulasi yang bergulir liar bahkan menyebut Huawei mungkin akan dipaksa untuk keluar dari bisnis ponsel cerdas dalam waktu dekat.



Simak Video "Duh! Honor Nakes di Konawe Sudah 8 Bulan Tak Dibayar"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)