BlackBerry Siap Come Back Boyong Nostalgia Qwerty Keyboard

BlackBerry Siap Come Back Boyong Nostalgia Qwerty Keyboard

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 12 Feb 2021 17:04 WIB
BlackBerry Q5
BlackBerry Siap Come Back Boyong Nostalgia Qwerty Keyboard. Foto: Pocket Lint
Jakarta -

BlackBerry punya tempat tersendiri di hati para penggemarnya. Karena alasan itu pula, ponsel legendaris ini pede untuk come back di 2021 dengan menghadirkan lagi nostalgia ponsel qwerty keyboard, namun dengan konektivitas 5G.

Berdasarkan laporan dari Nikkei Asia, startup Onward Mobility yang berbasis di Texas, Amerika Serikat, menggandeng Foxconn untuk meluncurkan ponsel andalan mereka tahun ini, yang akan menghadirkan keyboard fisik.

Dikutip dari PocketNow, Onward Mobility rencananya akan meluncurkan flagship BlackBerry 5G ini di Amerika Utara dan Eropa terlebih dahulu, baru kemudian menyusul ke pasar Asia.

Pengumuman akan kembalinya BlackBerry pertama kali terdengar pada Agustus tahun lalu. Namun tampaknya proyek ini dipercepat agar bisa dirilis sesegara mungkin.

"Onward Mobility berharap keberuntungan yang lebih baik melalui kemitraannya dengan FIH Mobile, perpanjangan tangan produsen ponsel Android Foxconn. Mereka bersama-sama mengembangkan ponsel model baru yang akan dijual di bawah merek BlackBerry, menampilkan qwerty keyboard khas BlackBerry serta konektivitas 5G," tulis laporan Nikkei Asia.

CEO Onward Mobility Peter Franklin berpikir bahwa keyboard fisik akan memberikan dorongan besar pada aspek produktivitas, dan tujuan jangka panjangnya, pada akhirnya adalah mulai membuat ponsel BlackBerry di wilayah AS.

"Kami saat ini sedang dalam pembicaraan dengan pelanggan dan operator di seluruh dunia, memetakan jalur untuk distribusi ponsel andalan bermerek BlackBerry yang juga akan menampilkan hardware kamera top-of-the-line," ujarnya.

Dan sama seperti ponsel BlackBerry klasik di masa kejayaannya, ponsel ini akan menawarkan perlindungan terhadap kebocoran data dan ancaman cyber, sesuai dengan reputasi BlackBerry di sektor keamanan.

Onward Mobility berharap dapat menemukan pengguna baru untuk ponsel bermerek BlackBerry yang akan dirilisnya, terutama di kalangan perusahaan yang sangat memperhatikan faktor keamanan.

Sedikit kilas balik, setelah pamornya meredup, BlackBerry sempat mencoba peruntungan membuat smartphone Android. Pada Desember 2016, TCL mendapatkan hak untuk membuat dan menjual smartphone bermerek BlackBerry. Pengumuman ini dinilai banyak pihak sebagai momen kebangkitan dari merek lama yang dicintai banyak orang.

Dari kolaborasi ini lahirlah BlackBerry KEYone, Motion, KEY2, dan KEY2 LE. BlackBerry KEY dinilai banyak analis dan reviewer sangat menarik. Pasalnya, ponsel ini membawa kembali desain BlackBerry yang ikonik dengan keyboard qwerty fisik di saat pasar dipenuhi perangkat full screen.

Sayangnya, kolaborasi ini belum memperlihatkan hasil signfikan. Kebersamaan mereka pun berakhir pada Februari 2020. BlackBerry dan TCL memutuskan untuk berpisah, keduanya bersepakat untuk mengakhiri kolaborasi bisnis yang terjalin sejak tiga tahun sebelumnya.



Simak Video "Realme Buka Suara soal Kabar Harga Ponsel Naik Imbas Krisis Chip"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)