PS5 Langka, Mereka Ini Biang Keroknya

PS5 Langka, Mereka Ini Biang Keroknya

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 19 Des 2020 07:25 WIB
PS5
PS5 Langka, Mereka Ini Biang Keroknya. Foto: Istimewa
Jakarta -

PlayStation 5 (PS5) mencatat rekor baru penjualan konsol. Namun peluncurannya terganggu sekelompok calo yang menjadi biang kerok kelangkaan PS5.

Kelakuan para calo yang memborong konsol secara retail dan menjualnya kembali dengan harga tinggi, memang sudah lama jadi masalah dalam bisnis game. Tapi di tahun ini, masalah tersebut jadi semakin akut karena pandemi virus Corona telah menekan angka produksi.

Selain itu, situasi ini juga mendorong lebih banyak penjualan konsol secara online, sehingga para calo bisa menggunakan bot canggih untuk membeli PS5.

Di berbagai media sosial, sejumlah gamer menyuarakan kemarahannya dengan memaki para calo yang tega-teganya menjual PS5 tiga kali lipat lebih mahal dari harga retail.

"Ini adalah bencana peluncuran. Para calo mengendalilkannya," tweet salah satu gamer.

Dikutip dari Chicago Tribune, situasi semacam ini mengancam perjuangan Sony di minggu-minggu pertama peluncuran karena merusak kemampuan untuk menarik para gamer dan developer ke platform baru, dan berpotensi mengurangi keuntungan dalam bertahun-tahun yang akan datang.

Debut konsol seharusnya memicu siklus baik yang memicu konsumen bergegas membeli perangkat, sementara developer merilis game yang memanfaatkan kemampuan grafis dan prosesor baru, sehingga permintaan dari kedua aspek tersebut akan melonjak. Nyatanya, Sony berisiko menderita karena mengalami situasi sebaliknya.

"PS 5 bisa kehilangan kesempatan penting. Puncak platform kemungkinan akan rendah dan total pendapatan platform yang diperoleh tidak akan sekuat yang kami harapkan," kata Kazunori Ito, analis dari Morningstar Research.

Para calo ini menyebarkan bot yang terus memantau toko online terkait update stok PS5, kemudian secara otomatis memesan dan check out dalam hitungan detik ketika perangkat tersedia.

"Satu tindakan pencegahan bot yang kami terapkan hanya beberapa jam sebelum acara PS5 pada 25 November hanya sanggup memblokir lebih dari 20 juta upaya bot dalam 30 menit pertama," demikian pernyataan raksasa ritel AS Walmart.

Masalah ini diperburuk dengan kesulitan produksi. Sony mengatakan akan menjual lebih dari 7,6 juta PS 5 pada akhir Maret, mengalahkan kinerja konsol generasi sebelumnya.

Tetapi pandemi telah menghambat seluruh rantai pasokan industri, sehingga menekan kemampuan Sony untuk meningkatkan produksi. Sejauh ini, Sony menolak berkomentar secara khusus tentang angka produksi atau calo.

"Meskipun kami tidak merilis detail terkait manufaktur, tidak ada yang tidak terduga yang terjadi sejak produksi massal PS5 dimulai dan kami belum mengubah angka produksi untuk PS5," kata juru bicara Sony.



Simak Video "Perilisan PS5 di India Terhalang Masalah Merek Dagang"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)