Ekspansi Bisnis ke 6 Negara di Eropa, Vivo Kerja Sama dengan UEFA

Ekspansi Bisnis ke 6 Negara di Eropa, Vivo Kerja Sama dengan UEFA

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikInet
Jumat, 23 Okt 2020 11:05 WIB
Logo Vivo
Foto: dok. Vivo
Jakarta -

Vivo mengumumkan ekspansi pasar ke enam negara Eropa, yaitu Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan UK. Didukung rangkaian persiapan ekstensif, salah satunya dengan penelitian dan wawancara dengan 9.000 orang di seluruh Eropa untuk memahami kebutuhan spesifik konsumen. Vivo juga memperkenalkan line-up smartphone dan perlengkapan teknologi perdana, serta kolaborasi terbaru sejalan dengan ekspansi yang dilakukan.

"Kami sangat senang dapat memasuki pasar Eropa tahun ini. Kesempatan strategis ini kami manfaatkan untuk memperkenalkan rangkaian produk perdana kami bagi konsumen Eropa. Di tengah berbagai tantangan bisnis global, kami memahami banyak hal yang perlu diadaptasi. Namun, filosofi kami sebagai brand tetap sama, yaitu untuk melakukan hal yang benar dengan cara yang benar", ujar Brand Vice President, President of European Business Vivo, Denny Deng, dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2020).

Denny mengatakan sejak awal ekspansi global Vivo pada tahun 2012, Vivo telah memiliki rencana untuk memasuki pasar Eropa. "Dengan lebih dari 370 juta pengguna secara global saat ini, kami berharap akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen yang lebih luas di pasar Eropa," ungkapnya.

Vivo telah mendirikan kantor cabang di Eropa sejak November tahun lalu. Menurut Denny, pihaknya mengusung keragaman dalam tim perusahaan. Vivo menekankan prinsip strategi bisnis internasional perusahaan, yaitu 'semakin lokal, semakin global'. Kantor Pusat Vivo Eropa di Dusseldorf terdiri atas 70 orang dari 16 negara dengan berbagai latar belakang industri seperti FMCG, otomotif, perhotelan, elektronik konsumen (CE), serta home care.

"Saat ini, tim telah berkembang dengan 120 personal, serta didukung para pakar industri dari masing-masing negara, untuk memastikan perusahaan memanfaatkan wawasan konsumen yang relevan secara esensial," ungkapnya.

Denny mengatakan sejak didirikan pada tahun 2011, Vivo terus tumbuh berbekal pengalaman dalam pengembangan telepon rumah dan feature-phone yang dimulai pada tahun 1995. Data Canalys pada kuartal dua 2020 menunjukkan Vivo kini memegang posisi kedua di pasar smartphone China, serta menjadi vendor terbesar kedua di India, dan juga memimpin pasar di Indonesia .

"Didukung oleh lima fasilitas manufaktur, dua di China dan satu masing-masing di Bangladesh, India, dan Indonesia, Vivo dengan bangga memelopori beberapa teknologi industri smartphone," ungkapnya.

Denny menjelaskan Vivo X1 adalah smartphone pertama yang disematkan dengan chipset suara hi-fi, Vivo X5Max adalah smartphone tertipis di dunia, dan Vivo X20Plus UD smartphone pertama dengan teknologi pemindaian sidik jari dalam layar. Dikembangkan setelah smartphone konsep APEX pada tahun 2018, Vivo telah meluncurkan Vivo NEX, smartphone pertama yang benar-benar tanpa bezel, dengan kamera selfie pop-up.

"Melihat kembali pencapaian sejauh ini, kami sangat mengapresiasi kontribusi penting oleh sembilan pusat penelitian dan pengembangan kami di seluruh dunia. Didukung lebih dari 10.500 profesional, pusat-pusat pengembangan teknologi Vivo berspesialisasi dalam R&D dari setiap aspek smartphone, serta perangkat pendamping Vivo, mulai dari desain produk, software, fitur kamera, konektivitas jaringan seluler termasuk komunikasi dan paten 5G, hingga fitur AI (kecerdasan buatan). Ini dilakukan demi membuat pengalaman pengguna Vivo secara utuh menjadi pengalaman yang luar biasa," imbuh Denny.

Denny juga mengumkan baru-baru ini Vivo bekerja sama dengan UEFA dalam UEFA EURO Cup 2020 serta UEFA Euro 2024 mendatang. Vivo hadir sebagai smartphone Global UEFA EURO 2020.

"Kemitraan Vivo dengan UEFA dalam kejuaraan Euro kami harap dapat menjadi sarana berbagi semangat sepak bola dengan teman-teman kami di seluruh dunia. Baik UEFA dan Vivo sama-sama memiliki kesamaan visi untuk memberikan yang terbaik, dan membawa pengalaman baru yang unik dan menarik bagi para penggemar kami. Ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Vivo ke pasar Eropa," ungkapnya.

Vivo pun memperkenalkan jajaran smartphone pertama serta perangkat pendampingnya untuk pasar Eropa. Seri teratas saat ini adalah Vivo X51 5G, yang didukung dengan kamera utama berbasis gimbal atau sistem stabilisasi gambar mekanis pan-tilt, yang memungkinkan pengambilan gambar dan video yang sangat stabil saat bergerak, atau di lingkungan dengan cahaya minim.

Denny mengatakan Vivo juga telah menghadirkan serangkaian perangkat kelas menengah dari seri Vivo Y - Y70, Y20s, dan Y11s - yang berfokus pada baterai, desain, dan fitur kamera. Diusung sebagai seri utama, Vivo Y Series ideal memenuhi kebutuhan Eropa, karena 62,5% dari semua smartphone yang dijual di Eropa mulai dari harga 300 Euro atau lebih murah.

Seri Y mencakup sebagian besar audiens muda tetapi juga akan menjadi pendamping yang tepat bagi pengguna profesional, berkat kapasitas baterai dan kemudahan penggunaannya. Y20s dan Y11s menghadirkan kinerja baterai yang kuat, dengan teknologi pengisian daya inovatif dan kapasitas 5000mAh, yang akan dengan mudah bertahan selama dua hari dengan sekali pengisian daya.Baik seri Vivo X dan Y yang ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon dan menampilkan versi sistem operasi Android yang rapi dan minimalis, yang memungkinkan perangkat untuk berjalan dengan lancar dan intuitif, memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

"Terakhir, Vivo telah memperkenalkan dua perangkat pendamping, yaitu dua headphone nirkabel, dengan kinerja audio yang luar biasa, integrasi Google Assistant, dan portabel. Perangkat pertama, Vivo Wireless Sport, ditujukan bagi pengguna aktif yang suka mendengarkan musik saat bepergian, di gym, atau berolahraga di luar ruangan. Kedua, Vivo True Wireless Earphones (TWS) mengemas driver 14,2 milimeter yang tangguh dan efisien sebagai pendamping yang sempurna untuk Vivo X51 5G, berkat codec audio Qualcomm aptX, serta dan teknologi audio canggih yang memungkinkan pengalaman audio untuk beradaptasi tergantung pada kemampuan pendengaran orang yang menggunakannya," jelasnya.

Denny menuturkan kesuksesan Vivo tak lepas dari prinsip Benfen yaitu fokus dalam melakukan hal yang benar dan melakukannya dengan benar, sebagai inti dari budaya perusahaan Vivo. Didukung oleh pengetahuan dan pengalaman tim yang beragam, Vivo mengembangkan dan memproduksi smartphone dengan sangat pragmatis atau berbasis kebutuhan, dari awal hingga akhir.

"Prinsip ini juga diaplikasikan dalam hubungan dengan para distributor yang diharapkan menghasilkan hubungan yang saling menguntungkan. Selain itu, Vivo mendorong inovasi berorientasi pada gaya hidup konsumen sebagai inspirasinya, demi memberikan kemudahan serta solusi teknologi dalam kehidupan sehari-hari mereka," pungkasnya.



Simak Video "Unggulan Baru, vivo V20 Punya 44MP Eye Autofocus dan Sleek Design"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)