Jumat, 22 Nov 2019 12:34 WIB

Posisi Merosot, Xiaomi: Kami Introspeksi & Perbaiki Diri

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta - Laporan market share pasar ponsel Indonesia sepanjang Q3 2019 yang dirilis IDC menempatkan Xiaomi di peringkat kelima. Merosot tajam dari dari posisi kedua pada Q3 2018.

Menanggapi itu, bos Xiaomi Indonesia Alvin Tse mengatakan setiap lembaga riset, baik itu IDC, Canalys, Counterpoint maupun GfK punya angka sendiri-sendiri. Pihaknya menghargai metodologi yang digunakan masing-masing.


Dalam menyikapi semua laporan. Alvin tidak melihat pada posisi yang ditempati Xiaomi. Paling penting baginya adalah apa yang menjadi kelemahan dan kekuatan Xiaomi untuk dijadikan panduan ke depan.

"Saya bicara pada tim, mana yang jadi kelemahan Xiaomi Indonesia, mana yang jadi kekuatannya. Kami introspeksi untuk melakukan perbaikan. Jadi bisa ditambal dan diperbaiki," ujar Alvin saat ditemui di Jakarta.

Salah satu poin yang dilihatnya sebagai kelemahan saat ini adalah sisi offline. Di bawah kepemimpinannya, Alvin akan melakukan sejumlah perubahan dan perbaikan.

Alvin Tse, Country Director Xiaomi IndonesiaAlvin Tse, Country Director Xiaomi Indonesia Foto: detikINET/Adi Fida Rachman

Dia berencana akan menambah lebih banyak lagi toko offline di Tanah Air. Saat ini mereka baru ada 51 Mi Store yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Kebanyakaan lokasi Mi Store berada di pusat perbelanjaan strategis.

Agar lebih menjangkau lebih luas lagi, rencananya Xiaomi Indonesia akan membuka Mi Authorized Store tahun depan. Toko ini punya perbedaan dari Mi Store yang sudah ada.

"Mi Store dijalankan Xiaomi, sementara Mi Authorized Store akan dioperasikan partner. Mi Store berada di pusat perbelanjaan, sedangkan Mi Authorized Store nanti seperti toko ponsel yang kerap ditemukan di jalan-jalan," jelas pria berusia 30 tahun itu.

Ditekankannya dalam membuka Mi Authorized Store, Xiaomi memastikan akan bekerja sama dengan partner yang benar-benar memenuhi standar kualitas dan layanan mereka. Sehingga pengalaman yang didapat konsumen tidak berbeda dari Mi Store.

"Jadi Mi Fans punya banyak pilihan untuk mendapatkan produk Xiaomi, ada Mi Store di mal, Mi Authorized Store di luar mal, Mi.com dan partner online. Dan kesemuanya menghadirkan pengalaman berbelanja yang sama," pungkas Alvin.

Posisi di IDC Merosot, Xiaomi: Kami Intropeksi & Perbaiki DiriFoto: IDC

Untuk diketahui dalam laporan IDC terbaru, Xiaomi berada di posisi kelima dengan market share 12,5%. Mereka tersalip pemain baru Realme yang berada di posisi empat dengan pangsa pasar 12,6%.

Pada Q3 2018, Xiaomi menduduki posisi kedua dengan pangsa pasar 24%, artinya ada penurunan yang cukup signifikan. IDC melihat penyebabnya dikarenakan produk black market yang membanjiri pasar sehingga mempengaruhi penjualan ponsel resmi Xiaomi.

Simak Video "IDC Pesimistis Ponsel Lokal Bisa Bersaing di Pasaran Saat Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/fay)