Minggu, 26 Mei 2019 15:14 WIB

Terancam Ditinggal Android, Ponsel Huawei Tak Lagi Menarik?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Huawei P30 Pro. Foto: Rachmatunnisa/detikINET Huawei P30 Pro. Foto: Rachmatunnisa/detikINET
Jakarta - Masuknya Huawei ke dalam daftar hitam Amerika Serikat membuat ponsel anyar buatannya bisa jadi tak bakal kebagian Android dari Google ke depannya. Ini tentu jadi kerugian besar bagi vendor smartphone tersebut, dan tanda-tanda turunnya minat orang terhadap perangkat buatannya sudah mulai terlihat.

PriceSpy, situs pembanding produk dengan rataan pengunjung 14 juta orang per bulan, mengatakan bahwa perangkat Huawei mencatatkan jumlah klik yang lebih kecil setelah di-blacklist oleh pemerintah Paman Sam. PriceSpy sendiri beroperasi di Finlandia, Irlandia, Perancis, Italia, Selandia Baru, Norwegia, Swedia, dan Britania Raya.


"Bukan cuma para penyedia jaringan telekomunikasi dan perusahaan teknologi raksasa yang mengalihkan pandangan mereka dari Huawei," ujar Vanessa Katsapa, Country Manager PriceSpy untuk Britania Raya dan Irlandia, sebagaimana detikINET kutip dari Reuters, Minggu (26/5/2019).

Vanessa melanjutkan, perangkat Huawei mencatatkan penurunan jumlah klik sebesar hampir 50% dibandingkan pekan lalu di Britania Raya. Sedangkan secara global, penurunannya mencapai 26%.

Satu yang menarik, kesialan Huawei jadi berkah buat para pesaingnya. Samsung, misalnya. Mereka mendapat jumlah klik yang lebih besar dengan persentase pertumbuhannya menyentuh 13% di Britania Raya.

Xiaomi jadi nama lain yang mendapat peningkatan popularitas. Peningkatan sebesar 19% sukses dibukukan oleh vendor asal China itu.

Sedangkan secara keseluruhan, Samsung menjadi produsen perangkat mobile yang paling populer di PriceSpy. Di urutan kedua dan ketiga masing-masing diisi oleh Apple dan Huawei.

"Masih perlu diperhatikan apakah ini akan memiliki dampak dalam jangka panjang bagi Huawei, tapi indikator awalnya menunjukkan bahwa produsen besar ini mungkin akan kesulitan untuk pulih di luar China," kata Vanessa menjelaskan.


Ini memang menjadi tantangan berat bagi Huawei. Terlebih, daftar perusahaan yang memberlakukan pembatasan terhadapnya semakin gemuk.

Google, ARM, dan Panasonic sudah mengumumkan pihaknya bakal membatasi kerja sama dengan Huawei. Sedangkan Intel, Qualcomm, dan Microsoft dilaporkan juga bakal membekukan pasokan produknya ke vendor ponsel nomor dua di dunia itu. (mon/mon)