Selasa, 21 Mei 2019 14:39 WIB

Amerika Serikat Longgarkan Hukuman ke Huawei

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Logo Huawei. Foto: Gettyimages Logo Huawei. Foto: Gettyimages
Jakarta - Setelah memasukkan Huawei ke daftar hitam dan membatasi perdagangannya dengan perusahaan Amerika Serikat (AS), pemerintah Negeri Paman Sam kini justru memberikan kelonggaran terhadap vendor asal China tersebut. Hal ini terlihat dari keputusan yang diambil oleh Departemen Perdagangan AS.

Mereka akan membolehkan Huawei untuk membeli perlengkapan dari perusahaan asal AS dengan tujuan menjaga jaringan telekomunikasi yang sudah ada. Hal ini juga memberikan kemudahan bagi Huawei dalam memberikan pembaruan software ke perangkat-perangkat miliknya.




Meski begitu, pembatasan tetap diberlakukan jika tujuan Huawei membeli perlengkapan dari perusahaan asal Negeri Paman Sam adalah untuk membuat produk baru. Mereka harus mendapat persetujuan dari pihak berwajib, dengan kecenderungan akan ditolak jika tujuannya mengarah ke sana.

Lebih lanjut, aturan ini juga bertujuan untuk memberikan waktu bagi operator telekomunikasi AS yang mengandalkan perlengkapan dari Huawei untuk membuat permintaan lain. Hal tersebut diutarakan oleh Wilbur Ross, Menteri Perdagangan AS.

"Pendeknya, aturan ini membolehkan operasi berlanjut bagi pengguna ponsel Huawei dan jaringan broadband yang sudah ada," ucapnya, sebagaimana detikINET kutip dari Reuters, Selasa (21/5/2019).

Aturan ini sendiri akan berlaku hingga 19 Agustus mendatang. Alasan pasti mengapa AS memberikan kelonggaran ini masih belum jelas, namun ada sejumlah prediksi mengapa mereka justru menyediakan kemudahan bagi Huawei.

Beberapa di antaranya adalah soal ekonomi dan pekerjaan di AS. Information Technology and Innovation Foundation mengatakan bahwa pembatasan ekspor oleh perusahaan AS ke Huawei akan menimbulkan kerugian sebesar USD 56,3 miliar (Rp 815 triliun) terhadap ekonomi AS.




Selain itu, ini juga menjadi ancaman terhadap 74 ribu pekerjaan, tergantung dari skala pembatasannya. Perusahaan teknologi jelas menjadi sektor yang paling terdampak atas kebijakan pembatasan tersebut.

Sebelumnya, Google mengumumkan akan membatasi akses Huawei terhadap Android. Selain itu, Intel dan Qualcomm juga dilaporkan bakal membekukan pasokan chip buatannya ke vendor asal China tersebut.


(mon/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed