Kepongahan Bos BlackBerry yang Berujung Keruntuhan - Halaman 2

Kepongahan Bos BlackBerry yang Berujung Keruntuhan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 02 Apr 2019 12:42 WIB
Halaman ke 2 dari 2
Foto: Getty Images

Setelah era Lazaridis dan Balsilie, BlackBerry dipimpin oleh CEO Thorsten Heins. Tapi pada 2013, ia digantikan oleh John Chen setelah dianggap gagal menyukseskan BlackBerry 10.

Dalam masa kepemimpinannya, ada beberapa pernyataan Heins yang dianggap ngaco atau tak sesuai kenyataan. Entah untuk sekadar menenangkan konsumen atau memang dia sungguh-sungguh. "Tak ada yang salah dengan perusahaan ini dalam keadaannya saat ini," tukas Heins pada bulan Maret 2012.

Saat itu, Heins baru saja diangkat sebagai CEO BlackBerry. Ia yakin, BlackBerry akan berkembang pesat di masa kepemimpinannya dan tidak ada sesuatu yang salah dengan perusahaan.

"Saya merasa positif bahwa pada saat Blackerry 10 kami luncurkan, kami akan kembali menjadi pemain yang sangat kuat," yakinnya pada saat itu.

Kepongahan Bos BlackBerry yang Berujung KeruntuhanThorsten Heins. Foto: Getty Images

Begitu optimis Heins dengan kesuksesan BlackBerry 10 sehingga ia yakin BlackBerry akan memimpin dalam waktu lima tahun. "Dalam lima tahun, saya bisa melihat BlackBerry akan menjadi pemimpin absolut dalam komputasi mobile, itulah tujuan kami," kata Heins pada bulan Mei 2013.

"Saya ingin mendapatkan sebanyak mungkin pangsa pasar, namun tidak dengan menjadi penjiplak," tambah dia.

"Tantangan yang kami hadapi di masa depan bukan soal inovasi, soal ini akan selalu bisa ditangani selama Jim dan Mike (pendiri BlackBerry-red) ada di dewan pimpinan dan membantu kami dengan nasehatnya," tukas Heins pada akhir 2012.

Dengan kata lain, Heins menilai BlackBerry sudah cukup berinovasi. Ia tidak menganggap inovasi produk BlackBerry sebagai sesuatu yang menjadi prioritas karena merasa sudah melakukannya.

Padahal, salah satu titik lemah BlackBerry dinilai dalam soal inovasi. Misalnya, terus menerus mempertahankan produk lama di saat sudah kalah jauh dari kompetitornya.

BlackBerry 10 memang menghadirkan berbagai terobosan fitur. Namun sayangnya dinilai sudah terlambat kehadirannya dalam pasar yang didominasi iPhone serta Android.

Begitulah singkat cerita, BlackBerry terpuruk di bisnis ponsel. John Chen sebagai CEO baru pun berupaya membalikkan keadaan dan kini, nasib BlackBerry sudah cukup baik sebagai perusahaan software dan sekuriti.



(fyk/fyk)
Halaman
(fyk/fyk)