Jumat, 12 Okt 2018 06:40 WIB

Wawancara Khusus CEO Samsung

Pasar Smartphone Kian Ganas, Bos Samsung Umbar Strateginya

Fino Yurio Kristo - detikInet
CEO Samsung DJ Koh saat peluncuran Galaxy A9 dan A7 di Kuala Lumpur. Foto: Fino Yurio Kristo/detikINET CEO Samsung DJ Koh saat peluncuran Galaxy A9 dan A7 di Kuala Lumpur. Foto: Fino Yurio Kristo/detikINET
Kuala Lumpur - CEO Samsung, DJ Koh, ikut hadir dalam peluncuran Samsung Galaxy A7 dan A9 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. Salah satu orang terpenting di Samsung itu juga mengadakan sesi wawancara sangat terbatas pada media, di mana dia mengumbar berbagai hal. Apa saja yang dikatakannya?

Sampai saat ini, Samsung boleh dibilang masih kokoh di posisi pertama vendor smartphone terbesar sejagat. Tapi dari hari ke hari, kompetitor kian agresif dan ancaman semakin nyata. Hal itu diakui sendiri oleh DJ Koh.


Walau demikian, menurut dia masih begitu banyak kesempatan terbuka lebar bagi Samsung. Terlebih berbagai macam area teknologi potensial diprediksi akan berkembang sangat pesat di masa depan dan Samsung akan memanfaatkannya.

"Semua orang tahu bahwa pasar sudah jenuh di berbagai negara dan kompetisi semakin keras, tapi kesempatan yang lain ada di depan kita, seperti AI, internet of things, machine learning dan 5G. Saya sangat yakin bahwa 5G akan menjadi kesempatan besar bagi industri mobile," katanya dalam wawancara khusus dengan media dari Indonesia termasuk detikINET.

DJ Koh menyatakan pihaknya selalu fokus pada end customer atau para pemakai akhir ponsel Samsung. Itulah kunci utama perusahaan asal Korea Selatan ini dalam mempertahankan posisi nomor satu di pasar bertahun-tahun lamanya.

DJ Koh, CEO Samsung CEO Samsung DJ Koh. Foto: Samsung


"Seperti yang sudah kami lakukan dalam 10 tahun terakhir di posisi nomor satu di pasar, kami akan terus berusaha, melakukan inovasi tiada henti dalam teknologi kami, tapi fokus kami adalah selalu pada end customer," sebut pria berkacamata tersebut.

Ia menambahkan Samsung telah memiliki roadmap teknologi dalam jangka panjang dengan pemahaman mendalam pada konsumen. Samsung juga terus berusaha memperkuat internal perusahaan serta mempererat kerja sama dengan para mitra.

DJ Koh mengakui Samsung mengalami kesulitan di pasar tertentu, khususnya adalah di China. Sempat dominan menguasai pasar, agresivitas merek lokal di sana belakangan membuat Samsung kewalahan. Tapi menurutnya hal itu tidak berlaku di berbagai belahan dunia lainnya di mana Samsung tetap jaya.


"Di China, itu memang benar bahwa kami mengalami kesulitan. Tapi kecuali di China, kebanyakan atau malah di semua belahan dunia, Samsung performanya cukup baik," tandasnya.

DJ Koh pun ingin merangkul semua pengguna ponsel Galaxy ataupun mereka yang ingin pindah ke merek Galaxy. Samsung disebutnya akan selalu berusaha memuaskan mereka. "Pada akhirnya, saya ingin terus menghantarkan produk lebih baik, user experience lebih baik," ujar dia.


Simak Juga 'Penjualan Menurun Pasca Gempa Lombok, Samsung Tak Masalah':

(fyk/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed