Rabu, 26 Sep 2018 13:32 WIB

Cerita Bos Xiaomi Diremehkan dan Jadi Bahan Tertawaan

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Mi A2 dan Mi A2 Lite, dua ponsel anyar yang dihadirkan Xiaomi di Indonesia. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Mi A2 dan Mi A2 Lite, dua ponsel anyar yang dihadirkan Xiaomi di Indonesia. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Dicemooh. Mungkin itu kata yang tepat dalam menggambarkan bagaimana Xiaomi bersaing dengan para kompetitornya di pasar smartphone.

"Empat tahun lalu banyak brand yang menertawakan kami. Mereka bilang strategi Xiaomi tidak akan pernah berhasil. Xiaomi bakal tutup toko dan pergi," ujar Manu Jain, Managing Director Xiaomi India.


"Saya secara personal mendatangi banyak CEO yang memang merupakan mentor atau teman saya. Mereka bilang filosofi Xiaomi tidak akan pernah berhasil, kamu harus menghabiskan banyak biaya untuk pemasaran sebelum mulai menjual ponsel di India," tuturnya menambahkan.

Lalu, bagaimana kondisi mereka di sana sekarang? Separuh windu berjalan, Xiaomi sudah menguasai market share di sana dalam jumlah cukup besar dan bersaing dengan Samsung, dari hasil pemasaran gabungan offline maupun online.

Jika dipecah, mereka memiliki 55% pangsa pasar secara online dan 20% pada offline, sebagaimana detikINET kutip dari The Hindu, Rabu (26/9/2018).


Meski sudah memiliki porsi kue yang besar, Xiaomi tetap merencanakan untuk terus ekspansi di sana. Salah satunya adalah dengan membuat killer product yang didesain khusus di India, baik dari segi hardware maupun software.

Mereka juga akan terus membangun pabrik dan pusat layanan di sana sembari meningkatkan jumlah basis Mi Fan yang jumlahnya sudah mencapai 20 klub. Layanan internet juga akan diperkuat oleh Xiaomi India yang rataan umur karyawannya diklaim di bawah 30 tahun. (mon/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed