Rabu, 25 Okt 2017 09:16 WIB

Galaxy J7+ Kok Pakai Prosesor MediaTek, Samsung?

Yudhianto - detikInet
Galaxy J7+. Foto: detikINET/Yudhianto Galaxy J7+. Foto: detikINET/Yudhianto
Jakarta - Meski punya prosesor buatannya sendiri, Samsung memilih membenamkan chip bikinan MediaTek di ponsel terbarunya, Galaxy J7+. Apa alasannya?

Denny Galant, Head of PM IT & Mobile Samsung Indonesia, menjelaskan apapun chip yang dipakai di ponsel Samsung sejatinya bukan masalah. Asalkan bisa men-deliver fitur yang ditawarkan Samsung untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

Selain itu, produsen Korea Selatan ini juga menjamin kalau kualitas yang disodorkan sesuai dengan standar perusahaannya.

"Urusan chipset, buat kami tidak masalah. Karena kami melihat arsitektur dan teknologinya, yang bisa men-deliver apa yang kami inginkan dan memenuhi kebutuhan pengguna. Kami jamin sesuai standar kami juga," ujarnya, di Plataran Menteng, Jakarta, Selasa (24/10/2017).

"Supaya memberikan pengalaman penggunaan yang smooth, dan performanya dijamin setara dengan prosesor Exynos yang sekelas," imbuh Denny.

Lagipula, bukan pertama kalinya Samsung menggunakan prosesor bikinan produsen lain. Di ponsel flagship misalnya, sudah sejak lama Samsung menawarkan varian prosesor Snapdragon besutan Qualcomm.

Sementara di kelas menengah-bawah, penggunaan prosesor garapan MediaTek sejatinya bukan hal yang baru juga.

"Samsung tak selalu berpatokan pada Exynos, kami juga menjalin kerjasama dengan Qualcomm Snapdragon dan MediaTek," pungkasnya.

(yud/yud)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed