Kamis, 19 Mei 2016 08:41 WIB

Laporan dari Mountain View

Kejutan yang Terkuak di Google I/O 2016

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: DetikINET/Achmad Rouzni Noor II Foto: DetikINET/Achmad Rouzni Noor II
Mountain View - Google I/O layak dinanti para penggila teknologi dunia. Pasalnya, di event tahunan ini Google sering membuat kejutan, versi Android terbaru misalnya.

Android N pastinya menjadi bintang utama di acara Google I/O 2016. Namun selain itu Google ternyata telah menyiapkan sajian lain yang tak kalah membuat orang terkagum-kagum. Berikut di antaranya:

DayDream

Di Google I/O 2016, raksasa internet ini mulai serius menonjolkan teknologi Virtual Reality (VR). Kalau selama ini perkembangan VR terfragmentasi oleh tiap-tiap vendor, Google ingin menyatukannya lewat sebuah platform yang dinamai DayDream. Platform ini nantinya akan berfungsi layaknya Android Wear di smartwatch.

Headset VR Sungguhan

Tak cuma itu, keseriusan Google di segmen VR juga dibuktikan lewat rencana Google yang ingin membuat headset VR sungguhan. Jadi lupakan Cardboard, karena Google menyiapkan headset yang lebih baik dari itu. Semoga saja harganya cukup masuk akal.

Pesan instan Allo

Lanjut ke aplikasi sosial, Google akhirnya sadar kedigdyaan WhatsApp dan teman-temannya sudah harus diperhitungkan. Google memang sudah punya hangout, tapi layanan pesan ini tak cukup bertaji untuk melawan pesaingnya. Google I/O pun jadi tempat kelahiran Allo, layanan pesan instan yang benar-benar disiapkan khusus untuk membabat WhatsApp cs. Berhasil atau tidak? Tentu perlu dibuktikan nanti.

Duo, Aplikasi FaceTime ala Google

Tapi Allo bukan satu-satunya yang disiapkan Google. Ada juga yang namanya Duo, namun layanan ini punya misi berbeda dengan Allo. Duo digarap Google untuk sebagai penantang FaceTime kepunyaan Apple. Layaknya iDevice, mungkin Duo ini akan jadi fitur standar yang bakal hadir di tiap perangkat Android.

Google Home

Sudah cukup terkejut dengan kejutan yang ada di Google I/O? Masih ada lagi, Google juga mengumumkan yang namanya Google Home. Ini merupakan semacam sistem pintar untuk rumahan, Google Home menerima perintah dari pengguna melalui sebuah microphone yang dibenamkan di beberapa bagian vital rumah.

Selanjutnya platform yang sejatinya berbasis dari Google Now ini akan menyampaikan jawaban yang ditanya pengguna lewat sebuah speaker pintar berbentuk silinder kecil. Google Home sendiri mengusung standar Chromecast, jadi bagi yang biasa pakai Chromecast seharusnya tak perlu banyak adaptasi.

Google Assistant

Google Assistant yang identik dengan Google Now juga mendapat sentuhan. Google mengklaim asisten digital besutannya itu sekarang lebih pintar. Google Assitant yang lebih baik ini juga merupakan bagian dari Google Home dan layanan pesan instan Allo.

Android N Masuk Versi Beta

Bagaimana dengan Android? Sejatinya versi baru OS bikinan Google ini sudah tak lagi mengejutkan. Tapi kini OS yang punya sandi Android N kini sudah selangkah lebih maju, karena statusnya sudah masuk versi Beta. Artinya OS sejuta umat ini sudah tinggal menunggu versi finalnya untuk dibenamkan di ponsel-ponsel anyar.

Android Wear

Segmen wearable juga tak dilupakan Google. Platform Android Wear kini masuk generasi kedua, yang dinamai Android Wear 2.0. Sejatinya tak banyak yang berbeda dengan generasi sebelumnya, namun Google menambahkan fitur-fitur yang membuatnya tak perlu selalu bergantung dengan ponsel.

Selain itu Android Wear sekarang juga punya keyboard qwerty yang tentu saja tampilannya sangat kecil.

Android Auto Makin Canggih

Platform Android Auto juga mendapat sentuhan. Sekarang Google membenamkan Waze ke dalam Android Auto. Praktis penggunanya bakal bisa mendapatkan notifikasi secara real-time kalau-kalau ada kecelakaan yang menghadang di perjalanan.

Ditambah lagi Android Auto kini juga bisa terhubung via WiFi dari ponsel, sehingga pengguna tak perlu repot-repot lagi menghubungkannya lewat jalur USB.

Streaming Aplikasi Android

Yang terakhir sekaligus yang paling menarik. Pengguna perangkat Android bakal bisa menjalankan aplikasi Android tanpa harus menginstalnya. Jadi Google memungkinkan pengguna menjalankan aplikasi secara streaming.

Tapi ini sebenarnya bukan hal yang baru, sudah banyak pengembang aplikasi yang menawarkan hal semacam ini sejak lama, misalnya Microsoft lewat Office 365 besutannya. Namun hal ini jadi menarik ketika Google mengumumkannya untuk Android. Berapa banyak pengguna Android di dunia saat ini?

(yud/ash)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed