Twitter Galau 10 Ribu Karakter, 'Twitter China' Kasih 2.000 Karakter

Twitter Galau 10 Ribu Karakter, 'Twitter China' Kasih 2.000 Karakter

Yudhianto - detikInet
Jumat, 22 Jan 2016 10:37 WIB
Foto: GettyImages/Spencer Platt
Jakarta - Kalau Twitter masih galau soal rencananya yang ingin memberikan 10 ribu karakter ke penggunanya, tidak demikian dengan Weibo. 'Twitternya China' itu resmi memanjakan penggunanya dengan menyodorkan 2.000 karakter.

Berbeda dengan Twitter yang sesaat setelah mengumumkan rencananya itu malah dibombardir berbagai kritik, Weibo sepertinya lebih adem ayem. Namun pada awalnya kesempatan menggunakan 2.000 karakter itu hanya bisa dirasakan terbatas oleh sejumlah kecil pengguna.

Weibo dikatakan akan memulai pengujiannya tersebut pada 28 Januari nanti sampai 28 Februari guna mendapatkan berbagai masukan. Setelahnya, pengguna Weibo yang kini jumlahnya mencapai sekitar 500 juta akun dipastikan bisa sepenuhnya merasakan 2.000 karakter untuk berkicau.

Lucunya, menurut juru bicara Weibo sebenarnya hanya 10% dari pengguna mereka yang benar-benar menggunakan lebih dari 120 karakter di layanannya. Namun Weibo beralasan, tetap memberikan fasilitas super panjang sampai 2.000 karakter untuk memberikan pengalaman yang lebih baik ke penggunanya.

Sementara itu, Twitter sempat dikabarkan berencana untuk memperpanjang batas karakternya menjadi hingga 10 ribu karakter. Fitur ini kabarnya telah digodok sejak September tahun lalu. Namun saat ini prosesnya masih dalam tahap pengembangan, dan konon baru akan dirilis pada bulan Maret mendatang.

Dengan adanya peningkatan jumlah batasan karakter pada Twitter, diharapkan dapat memberikan kebebasan saat menulis kicauan. Selain itu, pengguna juga nantinya dapat menuliskan beberapa paragraf atau bahkan keseluruhan artikel yang ingin dipublikasikan.

Perubahan ini juga diprediksi dapat mengubah cara penerbit dan pengiklan dalam berkomunikasi. Usaha ini kabarnya juga dilakukan Twitter demi meningkatkan minat konsumen yang cenderung stagnan dan menghadirkan layanan yang lebih fokus.

Namun tak sesuai ekspektasi, cukup banyak pengguna Twitter yang keberatan dengan rencana ini dengan mengatakan Twitter akan kehilangan ciri khasnya.

(yud/ash)