Selasa, 06 Jan 2015 13:52 WIB

CES 2015

Internet of Things dan Film Fiksi yang Menjadi Nyata

- detikInet
BK Yoon (gettyimages) BK Yoon (gettyimages)
Jakarta - Coba bayangkan, ketika Anda masih terlelap di pagi hari tiba-tiba dibangunkan oleh alunan musik dari speaker yang terletak di meja samping tempat tidur. Tak lama kemudian, giliran televisi yang menyala dan menampilkan ramalan cuaca serta jadwal yang harus Anda lalui.

Sebagai pamungkas, tirai di kamar tersingkap untuk mempersilakan cahaya matahari masuk dari bilik jendela. Ya, semuanya berjalan otomatis, sesuai keinginan Anda.

Nah, itulah sedikit contoh sahih implementasi Internet of Things (IoT). Aktivitas otomatis dalam konsep IoT sejatinya sudah lama kita lihat sebelumnya. Tapi masih sebatas angan-angan di film fiksi ilmiah.

Namun sekarang, IoT tak lagi sebatas film fiksi, namun sudah bisa direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, demikian tegas BK Yoon, President dan CEO Samsung Electronics di panggung megah Consumer Electronics Show (CES) 2015, Las Vegas, Amerika Serikat.

IoT tak bisa berjalan sendiri. Banyak aspek dan pemain yang juga harus mendukung ekosistem ini. Sehingga vendor tunggal dari sebuah dunia IoT adalah hal mustahil.

"Kombinasi dari semua ini akan membuat revolusi dari kehidupan kita dan membuka peluang dari banyak hal," lanjutnya.

BK Yoon kemudian coba membuka wawasan audiens terhadap IoT dengan menampilkan sebuah aktivitas rutin setiap orang, yaitu saat menonton YV.

Saat duduk di ruang keluarga, dengan otomatis TV menyala dan memutarkan film yang sudah disiapkan. Kemudian si pengguna beranjak sesaat dari ruangan, dan seolah mampu membaca keinginan pengguna yang tak mau kehilangan momentum di tayangan tersebut, maka secara otomatis TV pintar ini mengaktifkan tombol 'pause'. Dan saat pengguna datang, tayangan tersebut terputar lagi, seperti ada asisten yang bertugas menekan tombol 'play' dan 'pause'.

Kalau kurang canggih, coba lihat demo IoT lainnya. Kali ini BK Yoon meminta bantuan Senior Vice President BMW Elmar Frickenstein.

Sesuai bidangnya, Frickenstein lebih banyak bercerita tentang bagaimana perkembangan teknologi di industri otomotif.



Ia menyebutkan, hal menarik yang pastinya sangat dinanti para pengendara adalah hadirnya mobil pintar yang bisa menyetir sendiri. Namun sejatinya BMW sudah berinovasi jauh dari itu.

Dalam sebuah demo, Frickenstein memamerkan kolaborasi apik BMW I8 dengan smartwatch dan aplikasi pintar di dalamnya. "BMW, pick me up," sebut Frickenstein dalam video yang lokasinya di tempat parkir tersebut.

Dan tak lama kemudian, mobile mewah BMW I8 langsung merespons dan mencari lokasi asal panggilan tersebut. Voila... Tak lama kemudian, mobil tersebut berjalan tanpa sopir dan berhenti di hadapan tuannya.

Sejatinya, masih banyak lagi implementasi IoT yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari topi yang dibenamkan dengan brain wave sensor dan terkoneksi dengan ponsel dan ambulans untuk para manula. Hingga implementasi IoT yang bisa menjadi satpam dan asisten digital di rumah Anda. Semuanya bisa dilakukan secara otomatis dan dapat dikontrol dalam genggaman.

Melihat peluang ini, BK Yoon pun menegaskan komitmen Samsung untuk membanjir pasar dengan perangkat yang sudah mendukung IoT. "Pada tahun 2017, sebanyak 90% produk Samsung sudah masuk dalam kategori IoT device. Dan dalam 5 tahun ke depan, sudah 100% produk Samsung yang masuk dalam kategori perangkat IoT," tegasnya.

Semuanya akan terhubung satu sama lain. Mulai dari kamera, ponsel, kulkas, TV, mobil, speaker, sistem keamanan di rumah, hingga mesin cuci.

"Samsung akan membuka diri untuk perangkat dan komponen IoT sehingga dapat menciptakan semesta IoT," sebut BK Yoon.

"Perubahan yang terjadi sejauh ini belum apa-apa dibandingkan dengan apa yang akan kita temui di depan. Saya tahu dalam hati saya, untuk membuat Internet of Things terjadi, dibutuhkan lebih dari satu perusahaan, lebih dari satu industri. Untuk membuat semesta IoT, kita semua harus bekerja bersama-sama".

"Internet of Things ini hadir untuk Anda, untuk kita semua, mereka datang. Apa yang kita pegang di tangan kita kemungkinan tak terbatas, sekarang terserah kepada kita untuk memanfaatkan mereka!" pungkas bos besar Samsung tersebut.

(ash/fyk)

Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed