'Stephen Elop Penyebab Kehancuran Nokia'

'Stephen Elop Penyebab Kehancuran Nokia'

- detikInet
Jumat, 10 Okt 2014 08:40 WIB
Stephen Elop (gettyimages)
Jakarta -

Sebuah buku baru berjudul 'Operation Elop' membahas sepak terjang Stephen Elop ketika menjadi CEO Nokia. Buku yang ditulis oleh jurnalis asal Finlandia ini menilai pemilihan Elop adalah kesalahan besar. Dialah yang menyebabkan kejatuhan divisi ponsel Nokia.

September 2011, Elop direkrut menjadi CEO Nokia dengan tugas berat, membangkitkan Nokia yang saat itu mulai kepayahan di tengah panasnya kompetisi industri mobile. Tapi penulis buku tersebut menyimpulkan Elop adalah CEO yang sangat buruk.

"Dengan berbagai standar pengukuran, Elop adalah salah satu CEO terburuk atau memang paling buruk. Elop adalah orang yang salah untuk memimpin Nokia. Ada orang lain yang seharusnya bisa menyelamatkan bisnis ponsel Nokia," kata Pekka Nykänen and Merina Salminen, sang penulis yang mewancarai sekitar 100 orang untuk menulis bukunya.

Elop direkrut dari Microsoft dan ada anggapan kalau dia memang sengaja menghancurkan Nokia dengan tujuan akhir agar diakuisisi oleh Microsoft, yang sekarang sudah terjadi. Namun kedua penulis menyatakan hal tersebut tidak benar.

Mereka juga menilai kehancuran Nokia bukan semata salah Elop. Tapi berbagai strategi Elop untuk membangkitkan bisnis ponsel Nokia menemui kegagalan sehingga dia berperan besar dalam kejatuhan Nokia.

"Elop gagal dalam upaya menyelamatkan Nokia. Dia membuat kesalahan monumental, tapi niatnya baik. Dia mengambil risiko masif dengan menaruh semua telur ke dalam satu keranjang," kata penulis.

Risiko tersebut adalah dengan memilih memakai Windows Phone yang belum teruji ketimbang memakai Android. Elop juga melenyapkan Symbian yang pernah menjadi sistem operasi andalan Nokia.

Buruknya performa Elop sebagai CEO Nokia bisa dilihat juga dari nilai perusahaan Nokia. Sehari sebelum Elop menjabat CEO, Nokia masih bernilai 29,5 miliar euro. Tiga tahun Elop memimpin, nilai Nokia jatuh hingga menjadi 11 miliar euro.

Puncaknya, Nokia dijual ke Microsoft dengan harga murah, 'hanya' 5,4 miliar euro setelah mereka selalu gagal bersaing di pasar ponsel, utamanya smartphone. Mungkin saja Nokia tidak jatuh jika sejak awal langsung mengadopsi Android.

Menurut penulis, Elop sebenarnya sudah mempertimbangkan untuk memakai Android. Tapi akhirnya Windows Phone yang lebih dipilih.

Penulis menilai Nokia tidak menganalisis Windows Phone dengan baik sebelum menjatuhkan pilihan. Waktu itu, Windows Phone tidak bisa diterapkan di ponsel murah, tidak mendukung kamera depan, dan dukungan bahasa asing masih payah.

Bagaimanapun nasi sudah menjadi bubur. Bisnis ponsel Nokia kini dilepas sepenuhnya pada Microsoft. Dan Elop tetap bernasib baik, dia masuk kembali ke jajaran eksekutif Microsoft.

(fyk/rou)