Senin, 04 Nov 2013 14:44 WIB

Ngoprek Bareng Forum Ubuntu Indonesia

- detikInet
party release forum ubuntu Indonesia party release forum ubuntu Indonesia
Jakarta - Komunitas open source di Indonesia makin menggeliat. Forum Ubuntu Indonesia sebagai salah satu wadah open source terbesar di Indonesia, kembali menggelar event tahunan Release Party untuk menggalakkan penggunaan open source.

Acara ‘diskusi panel dan ngoprek bareng’ yang diadakan di gedung BPPT, Jakarta ini mengusung tema ‘Membangun Lingkungan Bisnis dengan Ubuntu’.

Ada 5 pembicara yang dihadirkan: Gary Dean selaku pendiri forum ubuntu Indonesia, Dr. HM. Basyir Ahmad, Anjar Hardeana, HM. Muanzer, dan Teddy Sukardi yang masing-masing menghadirkan tema berbeda dalam setiap presentasinya.

Diawali oleh Dr. HM. Basyir Ahmad, orang yang menjabat sebagai Walikota Pekalongan ini mengedepankan penggunaan sistem berbasis open source pada struktur pemerintahannya yang menurutnya sesuai dengan kebutuhan kota yang dipimpinnya.

Dengan mengandalkan sistem berbasis open source yang jauh lebih terjangkau, menurutnya berbanding lurus dengan pengurangan tingkat kemiskinan di kota Pekalongan.

Hal tersebut dimungkinkan karena alokasi dana yang dibutuhkan untuk aspek TI dapat jauh lebih rendah, sehingga dapat lebih banyak dana yang dapat dialokasikan untuk tujuan pengurangan tingkat kemiskinan yang tengah dilakukan pemerintahnya.

Sedangkan Anjar Hardeana sebagai Linux Cloud Computing Consultant pada salah satu perusahaan di Indoensia menekankan dengan mengandalkan Linux, penggunanya akan lebih mudah melakukan kustomisasi sesuai kebutuhan bisnis yang dijalankannya. Yang dapat membuatnya lebih unik sekaligus menarik.

Beda lagi tema yang dibawakan oleh HM. Muanzer, Kepala Subdirektorat Industri Konten Multimedia, Kementrian Kominfo ini mengatakan bahwa acara-acara berkonsep technopreneurship open source harus makin sering dilakukan oleh berbagai komunitas ataupun organisasi, tidak hanya 1 kali setahun, tapi setidaknya 6 kali dalam setahun.

Tujuannya adalah demi meningkatkan jumlah tenaga-tenaga ahli di bidang open source yang terbilang masih sedikit di Indonesia.

Sementara itu sebagai penutup, Teddy Sukardi menonjolkan kelebihan-kelebihan yang ditawarkan open source dalam penggunaan di lingkungan bisnis.

Adapun kelebihan tersebut terdiri dari keamanan yang baik, kualitas mumpuni, kemampuan kustomisasi yang fleksibel, kebebasan dalam penggunaan, auditibilitas atau dapat diperiksa kode sumbernya, dukungan teknis melimpah baik dari komunitas maupun dari pihak pengembang, dan biaya yang jauh lebih terjangkau.

Selain acara diskusi panel dan ngoprek bareng, acara yang didatangi sekitar 300 ratus peserta itu juga mengadakan dua kelas workshop yakni kelas Netwrok perform analis yang dibawakan oleh Boy Aidil Sjam yang merupakan Network Information Technology Consultant and Services dari Chief Kreasindo, dan kelas Desktop yang dibawakan oleh Adanng Hidayat sebagai SisAdmin dari OKUSI InfoTech.

Kelas dekstop tersebut sekaligus memberikan pengenalan terhadap Ubuntu 13.10 beserta fiturnya, proses installasi Ubuntu 13.10, dan pengenalan OBD (Okusi Business Desktop).




(yud/ash)
party release forum ubuntu Indonesia
ratusan peserta party release forum ubuntu Indonesia
party release forum ubuntu Indonesia
(ki-ka) Dr. HM. Basyir Ahmad, Gary Dean
peserta party release forum ubuntu Indonesia