Kamis, 26 Apr 2018 11:33 WIB

Jack Ma: Kita Harus Lepas dari Teknologi Amerika!

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Jack Ma. Foto: Getty Images Jack Ma. Foto: Getty Images
Beijing - Larangan yang menimpa ZTE dalam penggunaan teknologi asal Amerika Serikat dianggap Jack Ma sebagai momen bagi China dan negara lain untuk lepas dari Negeri Paman Sam tersebut, khususnya di bidang teknologi.

Pendiri Alibaba ini mengatakan, negara-negara seperti Jepang dan China perlu mengembangkan teknologi semikonduktornya sendiri agar dapat lepas dari kuasa Amerika Serikat dalam pasar chip secara global. Hal ini terkait dengan larangan ZTE menggunakan teknologi apapun asal Amerika Serikat selama tujuh tahun ke depan.

"Amerika (Serikat) merupakan pionir, sedangkan China perlu melakukan banyak hal, 100% pasar chip dikuasai mereka," ujarnya kepada para pelajar dan pemilik usaha di Waseda University, Tokyo, Jepang.



"Dan jika tiba-tiba mereka berhenti berjualan, kau pasti paham apa yang akan terjadi. Maka dari itu, China, Jepang, dan negara lain perlu teknologi ini," kata Jack Ma menambahkan, sebagaimana detikINET kutip dari Bloomberg, Kamis (26/4/2018).

Masuknya ZTE dalam daftar hitam pemerintah Amerika Serikat seakan jadi alarm bagi China agar dapat lepas dari ketergantungan teknologi Negeri Paman Sam. Maka, perusahaan yang berbasis di Shenzen ini berencana menjalankan ambisi China menjadi pemimpin industri manufaktur chip.

Harga yang harus dibayar ZTE pun tidak main-main, yaitu USD 150 miliar untuk menjalankan proyek yang diprediksi memakan waktu 10 tahun, atau bahkan lebih. Rencana tersebut pun dianggap pemerintah Amerika Serikat dapat mengancam kepentingan mereka.

"Kita memasuki dunia berisi orang-orang yang tidak memiliki kepercayaan antara satu dengan lainnya. Itu yang membuat adanya perang dagang dan banyaknya masalah lain," kata pria bernama asli Ma Yun tersebut.

"Tapi kita tidak boleh menyerah. Kepercayaan bukan diperoleh, tapi dibangun. Dan kita bisa membangunnya," ucapnya menambahkan.



Pria yang juga menjabat sebagai executive chairman di Alibaba ini pun tidak hanya sekadar bicara. Raksasa e-commerce besutannya itu turut menunjukkan bukti konkret sebagai upayanya bersama Alibaba dalam menumbuhkan industri chip di negara asalnya.

Belum lama ini, Alibaba baru saja mengakuisisi Hangzhou C-Sky Microsystems, pengembang embedded CPU. Hal ini dilakukannya sebagai usaha mereka dalam membuat inklusi chip.

Hal tersebut akan membuat harga chip menjadi murah, lebih efisien, serta dapat tersedia bagi semua pihak. Selain itu, perusahaan yang berdiri pada 1999 ini juga sudah melakukan investasi pada lima firma semikonduktor dalam empat tahun terakhir. (fyk/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Hillary Clinton Ingin Jadi CEO Facebook

    Hillary Clinton Ingin Jadi CEO Facebook

    Senin, 28 Mei 2018 07:00 WIB
    Setelah dikalahkan oleh Donald Trump dalam Pilpres tahun 2016, Hillary Clinton nampaknya ingin karier baru yang jauh dari politik. Apa yang ingin dilakukannya?