Jumat, 20 Okt 2017 12:47 WIB

iPhone 8 Tak Laku, Saham Apple Melemah

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
iPhone 8 Plus, iPhone X dan iPhone 8. Foto: Reuters iPhone 8 Plus, iPhone X dan iPhone 8. Foto: Reuters
Jakarta - Saham Apple Inc. anjlok hingga nyaris 3% pada Kamis lalu sebagai imbas minimnya permintaan untuk iPhone 8. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan dari para analis dan investor terhadap strategi Apple dalam merilis ponsel tersebut.

Para operator di kawasan Amerika Serikat dan Kanada melaporkan bahwa sangat sedikit yang membeli iPhone 8 pada kuartal ketiga ini, seperti dilansir detikINET dari Reuters pada Jumat (20/10/2017).

Meskipun beberapa diantaranya mengharapkan peningkatan saat iPhone X resmi dijual pada November, namun masih banyak yang mewanti-wanti tingginya harga ponsel tersebut dapat membebani permintaan pasar.

Joe Natale selaku CEO Rogers Comunication, operator terbesar di Kanada, mengatakan permintaan iPhone 8 dan 8 Plus sangat memprihatinkan. Selain itu, AT&T juga mengaku perkembangan untuk perangkat pasca bayar pada kuartal ketiga berkurang hingga 900 Ribu dibanding tahun lalu

Hal tersebut ditegaskan oleh media Taiwan yang melaporkan pemangkasan produksi iPhone 8 memicu turunnya saham Apple. Walau begitu, beberapa analis mengatakan produksi ponsel secara keseluruhan masih relevan terhadap ekspektasi mereka.

Selain itu, masih belum jelas apakah penjualan iPhone 8 dapat memengaruhi pemasukan Apple, sebab masih banyak penggunanya yang membeli ponsel model lama dengan kapasitas memori yang lebih besar karena dianggap lebih menguntungkan, seperti dikatakan oleh Wayne Liam selaku Analis dari IHS Markit.

Di sisi lain, Chief Financial Officer Verizon Communication, Matt Ellis, memperkirakan terjadinya perkembangan pesat ketika iPhone X mulai dijual.

"Saya pikir, terdapat perbedaan antara waktu rilis perangkat baru ini dengan model-model sebelumnya. Ketika masuk musim liburan dan beberapa perangkat baru muncul, kami optimis akan mendapat permintaan yang tinggi," ujarnya.

Hal senada dilontarkan Daniel Ives, Chief Strategy Officer GBH Insights New York. "Permintaan terhadap iPhone 8 secara alamiah tergerus peluncuran iPhone X pada November. Saya percaya sekarang merupakan tahap awal dari siklus produksi terbesar iPhone dengan iPhone X menjadi yang terdepan," katanya.

Ketika Apple memutuskan merilis iPhone 8 dan iPhone X secara bersamaan, banyak penggemar yang kecewa karena harus menunggu hingga November mendatang untuk iPhone X. Tapi tingginya harga ponsel tersebut dapat menimbulkan minimnya euforia pelanggan dibanding peluncuran model iPhone sebelumnya

John Vinh, Analis dari KeyBanc Capital Market, mengatakan berdasarkan survei yang dibuat oleh salah satu operator mengindikasikan bahwa penjualan iPhone 7, dengan harga lebih murah, telah melampaui iPhone 8 hanya dalam waktu sebulan setelah dirilis.

Selain itu, terdapat kekhawatiran terhadap tingginya harga iPhone X yang dapat mengurangi minat provider untuk memasok produk tersebut serta ketertarikan pelanggan untuk membelinya

"iPhone X memang ditunggu-tunggu, namun dengan harga USD 999, itu merupakan ponsel yang mahal," ujar Joe Natale.

Apple sendiri masih belum memberikan informasi resmi terkait jumlah penjualan iPhone terbaru mereka. (fyk/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed