BERITA TERBARU
Jumat, 19 Mei 2017 17:05 WIB

Laporan dari Mountain View

OS Fuchsia Cuma Sampingan Google Saja

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Rachmatunnisa/detikINET Foto: Rachmatunnisa/detikINET
Mountain View, California - Nama OS Fuchsia sempat disebut-sebut sebagai mainan baru Google. Kemunculannya setelah adanya Android dan Chrome membuat banyak orang penasaran, apa yang akan dilakukan Google pada OS ini.

Seperti diketahui, selain Android yang kini menjadi sistem operasi mobile dengan pemakai terbanyak di dunia, Google juga punya Chrome untuk laptop dan desktop. Di panggung I/O 2017, Google kemudian mengumumkan Android O.

Kehadiran Android O memang sudah diprediksi sebelumnya. Namun tetap saja membuat penasaran, kemana perginya Fuchsia yang sempat dibicarakan tersebut? Apakah nantinya tidak akan bertabrakan dengan Android O?.

Menjawab hal ini, VP Engineering Android Google Dave Burke mengiyakan jika banyak yang tertarik dengan OS Fuchsia. Namun sejatinya, Fuchsia hanya salah satu proyek eksperimen Google.

"Google punya banyak eksperimen dalam hal proyek membangun ekosistem. Fuchsia sendiri dengan sifatnya yang open source, membuat banyak orang bisa melihatnya. Banyak yang membicarakannya dan berpikir proyek ini sangat pintar," ujar Burke dalam sesi tanya jawab dengan media, di sela perhelatan Google I/O 2017.

VP Product Management Sameer Samat menambahkan, timnya memang didorong untuk senang bereksperimen. Memang tak semua dari eksperimen tersebut diteruskan. Namun banyak di antaranya yang jadi cikal bakal produk jadi.

"Di tim platform, sejak awal kami punya Android. Kami juga punya OS Chrome yang mengagumkan di laptop dan desktop. Kami mencoba banyak hal berbeda. Fuchsia sendiri saat ini masih tahap awal dan salah satu bagian eksperimen. Saat ini belum ada rencana untuk ke tahap berikutnya," ujarnya.

Sebelumnya, ada banyak spekulasi mengenai rencana Google untuk Fuchsia. Apakah sistem operasi ini akan menggantikan Android maupun Chrome, atau hanya sekadar proyek sampingan yang tidak akan masuk ke produk Google manapun dalam bentuknya saat ini.

Berdasarkan informasi dari dokumentasi untuk proyek tersebut di GitHub, kernel Fuchsia yang bernama Magenta, dirancang untuk bisa bekerja tak hanya di perangkat mobile, laptop maupun desktop, tetapi akan bisa beroperasi di perangkat berbagai ukuran, bentuk dan skala, berpikir cepat dan cerdas serta bisa digunakan untuk segala macam kebutuhan. (rns/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.