×
Ad

'Pemuda Ajaib' Drop Out MIT Bikin AI Meta Menggila

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 09 Okt 2026 07:45 WIB
Alexandr Wang. Foto: REUTERS/Brian Snyder
Jakarta -

Chief AI Officer Meta, Alexandr Wang, sukses menjadikan agen AI baru perusahaannya, Muse, sebagai aplikasi populer di App Store melalui perombakan AI agresif dan gebrakan media sosial.

Muse, agen AI pribadi Meta, melesat ke puncak App Store Apple Amerika Serikat setelah peluncuran di 8 September, menyalip ChatGPT. Menurut Apptopia, dari 2,8 juta unduhan seluler Muse dalam 12 hari pertama, 1,8 juta berasal dari pengguna iOS. Saham Meta melonjak hampir 20% sejak debut Muse.

Berbeda dengan chatbot AI konvensional, Muse dirancang bertindak atas nama penggunanya. Ia mampu mengirim email, memesan tiket, belanja online, dan berbagai tugas lain.

Sosok di balik aplikasi ini adalah Wang, 'pemuda ajaib' usia 29 tahun drop out MIT. Ia direkrut CEO Meta Mark Zuckerberg tahun lalu untuk merombak AI perusahaannya. Wang merupakan eksekutif senior pertama Meta dari Generasi Z, dengan gaya komunikasi khas internet.

Pada konferensi developer Meta September lalu, ia tampil dengan rambut mullet, kaus gaya 1990-an, celana hitam, dan sandal Crocs. Setelah pengguna media sosial berspekulasi pakaiannya bernilai ribuan dolar, Wang mengungkap kaus tersebut dibelinya USD 30 di toko barang bekas.

Dikutip detikINET dari VN Express, gayanya di dunia maya tidak kalah kasual. Wang sering mengunggah meme, lelucon, dan sindiran terhadap pesaing di X.

Perjalanan Wang bermula di Los Alamos, New Mexico. Ia dibesarkan orang tuanya yang merupakan fisikawan di Laboratorium Nasional Los Alamos.

Wang berkutat dengan pemrograman sejak remaja dan masuk ke Massachusetts Institute of Technology tahun 2015. Ia berhenti kuliah setelah tahun pertamanya di usia 19 tahun dan mendirikan Scale AI bersama Lucy Guo pada tahun 2016.

Scale membangun bisnisnya pada persiapan dan evaluasi data untuk melatih sistem AI. Seiring meledaknya AI, startup ini jadi pemasok utama bagi perusahaan teknologi terkemuka dan menjadikan Wang salah satu miliarder mandiri termuda. Forbes memperkirakan kekayaannya USD 3,2 miliar per 5 Oktober.

Pencapaiannya menarik perhatian Zuckerberg. Juni 2025, Meta menginvestasikan USD 14,3 miliar untuk menguasai 49% saham Scale, membuat valuasinya melampaui USD 29 miliar. Wang mundur dari posisi CEO Scale dan bergabung dengan Meta di usia 28 tahun.

Ia memimpin divisi superintelligence baru di Meta dan merekrut para peneliti papan atas dan mengawasi pengembangan AI generasi terbaru. Pada April, Meta merilis Muse Spark, model pertama yang dikembangkan divisi baru tersebut. Wang mengakui saat itu bahwa model ini belum sejajar dengan model AI terdepan.

Beberapa bulan kemudian, hadirlah Muse. Menurut Wall Street Journal, aplikasi ini merupakan puncak kerja keras lebih dari setahun yang dipimpin Wang dan Nat Friedman, kepala divisi produk AI Meta.

Saat Muse diluncurkan, Wang menjadi salah satu promotor paling agresif, membanjiri medsos dengan meme, testimoni, hingga sindiran ke kompetitor.

Ia mengunggah lebih dari 300 cuitan di X setelah peluncuran aplikasi, termasuk lebih dari 100 cuitan dalam lima hari. Banyak dari unggahannya menampilkan Jolly, maskot Muse, sementara yang lain menyoroti cerita pengguna mengenai bagaimana agen AI itu membantu menghemat uang atau mengurus tugas sehari-hari.

"Wang mencoba menyisipkan Muse ke budaya meme dengan menjauhi jargon korporat sejauh mungkin. Rasanya strategi humas-nya adalah jadi anti-PR," ujar Nick Braund, pendiri agensi Words+Pixels.

Wang menegaskan kampanye ini sebagian besar inisiatifnya sendiri. "Seseorang hari ini bilang saya punya tim medsos terbaik untuk peluncuran muse. Bro, ini semua saya sendiri yang maju tanpa filter nulis twit ini. Saya nggak ngebiarin gaya bahasa korporat murahan mendekati twit saya," tulisnya

Kampanye ini juga merembet ke persaingan terbuka dengan Instinct, agen AI pribadi yang didirikan sesama dropout, Noah Shinn.

"Muse jelas melibas Insect (serangga)," tulis Wang, sengaja mempelesetkan nama sang rival. Ia sesumbar Muse bakal mengalahkan Instinct dalam pertarungan MMA dan menyebut aplikasinya jauh lebih seksi.



Simak Video "Video Top 5: TAEMIN Masuk Grammy Museum-Zuckerberg Jadi Penasihat Trump"

(fyk/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork