×
Ad

Jangan Harap RAM Murah! Robot Bakal Kuras Stok Memori Hingga 2027

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 05 Okt 2026 12:15 WIB
Foto: Reuters/Tingshu Wang
Jakarta -

Konsumen yang berharap melandainya tren kecerdasan buatan (AI) dapat membuat harga RAM kembali terjangkau tampaknya harus gigit jari.

Produsen memori asal Amerika Serikat, Micron, memperingatkan bahwa meskipun tren AI bubble melandai, pesatnya pertumbuhan manufaktur robot humanoid akan mmebuat permintaan memori tetap tinggi hingga tahun 2027 dan seterusnya.

Dalam earnings guidance untuk tahun fiskal 2027 (FY27), Micron memproyeksikan bahwa physical AI dan robot humanoid bakal menjadi penggerak utama permintaan DRAM serta penyimpanan (storage), bahkan berpotensi melampaui kebutuhan data center AI.

Satu Robot Butuh 200 GB DRAM

CEO Micron, Sanjay Mehrotra, mengungkapkan bahwa konsumsi memori pada perangkat robotik kelas canggih akan melonjak drastis dibanding perangkat elektronik biasa.

  • Spesifikasi Memori Robot: Satu unit robot humanoid diperkirakan membutuhkan setidaknya 200 GB DRAM serta ruang penyimpanan sebesar beberapa TB untuk memproses data sensorik dan navigasi secara real-time.
  • Siklus Permintaan Panjang: Mehrotra menegaskan bahwa hadirnya robot humanoid akan memicu siklus permintaan memori yang substansial dan bertahan selama berdekade-dekade ke depan.
  • Aplikasi Physical AI: Kendaraan otonom menjadi tahap awal penerapan physical AI, yang kemudian disusul oleh robotik serta perangkat konsumen berfitur AI.

Permintaan Melampaui Pasokan Hingga 50 Persen

Micron turut menyampaikan kabar kurang menyenangkan bagi konsumen teknologi global. Meskipun industri semikonduktor tengah menambah fasilitas ruang produksi DRAM dengan kecepatan rekor, lonjakan permintaan dari para klien membuat krisis kelangkaan pasokan memori sulit teratasi dalam waktu dekat.

"Memori hari ini sangat esensial. Itulah mengapa saya menyebutnya sebagai infrastruktur strategis di era AI," ujar Sanjay Mehrotra.

Ia menambahkan bahwa tingkat permintaan chip memori saat ini sudah 50% lebih tinggi dibandingkan total pasokan yang sanggup diproduksi industri.

Pasar Robot Humanoid Diproyeksikan Tembus USD 5 Triliun

Optimisme Micron terhadap lonjakan pemakaian robot humanoid sejalan dengan proyeksi analisis Morgan Stanley. Lembaga keuangan tersebut memperkirakan pasar robotik global akan tumbuh secara eksponensial hingga mencapai 930 juta unit dengan nilai pasar USD 5 triliun (sekitar Rp 77.000 triliun) per tahun pada 2050. Untuk jangka pendek menjelang tahun 2030, pengapalan robot humanoid diprediksi berkisar antara 250.000 hingga 1,2 juta unit per tahun.

Tingginya harga DRAM akibat booming AI sebelumnya telah membuahkan keuntungan rekor bagi produsen memori global seperti Samsung dan SK Hynix yang berujung pada pembagian bonus masif bagi para koki chip mereka--langkah yang kini juga tengah dituntut oleh serikat pekerja Micron, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (5/10/2026).



Simak Video "Video: Joko Prabuwesi, Robot Humanoid Sahabat Warga"

(asj/asj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork