×
Ad

RS Mitra Keluarga Pakai AI dari AWS, Jadi Asisten Kerja Dokter

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 07 Agu 2026 14:30 WIB
Chief Information Officer Mitra Keluarga, Yosep Sutrisno (Foto: Rachmatunnisa/detikINET)
Jakarta -

RS Mitra Keluarga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) generatif di berbagai proses operasional rumah sakit. Namun, di balik transformasi tersebut, ada tantangan yang lebih dulu harus dihadapi, yakni kekhawatiran tenaga kesehatan bahwa AI akan menggantikan pekerjaan mereka.

Chief Information Officer Mitra Keluarga, Yosep Sutrisno, mengatakan persepsi tersebut muncul sejak awal implementasi AI di lingkungan rumah sakit.

"Di awal, teman-teman yang implement AI selalu bayangannya ketakutan. Ketakutannya karena di internet atau di publik selalu bilang AI menggantikan manusia," ujar Yosep dalam sesi media di sela acara AWS Summit Jakarta, di Ritz Carlton, Pacific Place, Kamis (6/8/2026).

Karena itu, RS Mitra Keluarga terlebih dahulu harus memberikan pemahaman bahwa AI dikembangkan bukan untuk menggantikan dokter, perawat, maupun tenaga kesehatan lainnya.

"Kita di Mitra Keluarga pakai AI bukan untuk menggantikan manusia, bukan untuk menggantikan dokter, bukan untuk menggantikan suster, atau tenaga kesehatan. Justru kita mau meningkatkan kualitas," katanya.

Menurut Yosep, kualitas yang dimaksud adalah memberikan lebih banyak waktu bagi dokter untuk berinteraksi dengan pasien, sementara pekerjaan administratif yang selama ini menyita waktu dapat dibantu AI.

Saat ini RS Mitra Keluarga tengah mengembangkan AI yang mampu membantu merangkum informasi medis, seperti riwayat diagnosis dan pengobatan pasien, sehingga dokter tidak perlu lagi mencari data secara manual. Namun, ia menegaskan AI tidak akan mengambil keputusan medis.

"AI akan bantu dokter atau suster untuk summarize. Bisa berdasarkan diagnosis, bisa berdasarkan obat-obatan yang pernah diberikan. Dari situ nanti akan bantu dokter. Keputusan tetap di dokter," ujarnya.

Menurut Yosep, kemampuan AI membaca basis pengetahuan rumah sakit memungkinkan tenaga medis memperoleh ringkasan informasi dan insight lebih cepat.

"Kadang-kadang kita hanya bisa mengingat A sampai Z, tapi AI bisa baca sistem yang kita punya. AI membantu memberikan summary dan insight kepada kita," katanya.




(rns/fay)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB