Ketika Kantor Bukan Lagi Tempat Bekerja

ADVERTISEMENT

Ketika Kantor Bukan Lagi Tempat Bekerja

Sponsored - detikInet
Jumat, 08 Jul 2022 16:00 WIB
Ilustrasi Workspace Cisco
Foto: Dok. Cisco
Jakarta -

Di tengah pandemi, banyak perusahaan mendefinisikan kembali arti kantor sebagai ruang kerja. Pembatasan mobilitas membuat banyak perusahaan meminta seluruh karyawannya untuk bekerja dari rumah. Akibatnya, banyak ruang kantor yang kosong dan telepon di atas meja tak tersentuh. Kondisi ini pun memaksa kita untuk merubah budaya kerja yang dapat dilakukan di mana saja.

Banyak yang merasakan perubahan ini sebagai berkah. Bekerja dan berkolaborasi tidak perlu lagi mengarungi kemacetan Jakarta. Waktu perjalanan yang biasanya menempuh waktu 1 - 2 jam dapat dipergunakan untuk bonus waktu relaksasi. Setidaknya, bekerja tidak harus merasakan kelelahan di jalan atau kecemasan untuk mendapatkan transportasi yang nyaman, apalagi jika kondisi alam kurang bersahabat.

Dengan meeting virtual, berkolaborasi pun menjadi lebih mudah karena materi presentasi, penjelasan dan interaksi percakapan semuanya dapat direkam dan didengarkan kembali. Seiring berjalannya waktu, budaya kerja ini pun bertransformasi secara perlahan. Pilihan bekerja di mana saja sudah menjadi kebutuhan, bahkan menjadi pertimbangan untuk calon karyawan bergabung di sebuah perusahaan.

Sejak proses integrasi seluruh perusahaan NTT Ltd. di Indonesia tahun 2019, total karyawan NTT sebagai perusahaan penyedia layanan ICT berjumlah lebih dari 700 orang. Kantor NTT di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan dengan luas + 1800m2 pun dirasa cukup.

Namun, apakah ruang kantor tersebut dapat menjamin kenyamanan bekerja jika dihitung dari perbandingan antara luas ruang kantor dan jumlah karyawan?

"Kami mendefinisikan kembali arti ruang kantor ketika bekerja dapat dilakukan dimana saja. Kantor fisik kami adalah ruang untuk membentuk inovasi bersama yang merangkul budaya Co-Creation bersama klien dan mitra teknologi," kata CEO NTT Indonesia Teknologi, Aris Sulistyanto dalam keterangan tertulis, Jumat (8/7/2022).

"NTT Ltd. di Indonesia saat ini menerapkan moda bekerja secara hybrid. Bekerja dan berkolaborasi dapat dilakukan secara virtual dan di mana saja. Namun, kami menyadari tidak bisa meninggalkan sepenuhnya interaksi tatap muka karena interaksi ini membangun hubungan kerja yang lebih sustain," imbuhnya.

Aris menyebut hal ini tidak lepas dari peran teknologi yang memfasilitasi moda kerja secara hybrid yang merangkul budaya Co-Creation. Cisco sebagai perusahaan terdepan penyedia solusi kolaborasi dan produktivitas, percaya masa depan bekerja adalah kemudahan untuk bekerja di mana pun. Bagi Cisco, kerja adalah aktivitas, bukan soal tempat.

Hybrid Work, menurut Cisco, adalah pendekatan teknologi dalam membantu meningkatkan pengalaman bekerja yang mudah, terintegrasi, dan tentunya aman bagi karyawan di mana pun mereka berada. Cisco menyediakan solusi teknologi kolaborasi cerdas untuk mendukung budaya Co-Creation dengan Cisco Webex Board yang memiliki fitur-fitur seperti berikut:

1. Real-time Video Collaboration

Cisco Webex Board dirancang untuk menghadirkan pengalaman video conference seakan kita bertatap muka langsung dengan lawan bicara. Dengan video dan audio berkualitas tinggi membantu membangun koneksi dan kedekatan digital.

2. Visual Collaboration

Cisco Webex Board menghadirkan kolaborasi visual untuk mendapatkan ide dan pemecahan suatu masalah dengan lebih cepat. Fitur Digital Whiteboarding memungkinkan tim untuk melakukan brainstorming, menggambar, menggunakan stickies, dan membuat anotasi lebih leluasa pada layar sentuh.

3. Local Collaboration

Pasangkan perangkat Cisco Webex Board dengan laptop Anda. Berbagi konten secara nirkabel, edit dan revisi konten dengan mudah melalui layar sentuh screen adalah kemudahan berkolaborasi yang ditawarkan perangkat ini.

4. Hybrid Tutoring

Cisco Webex Board dapat digunakan pengajar untuk berinteraksi dengan siswa maupun pengajar lainnya, baik yang berada di dalam ruangan maupun hadir secara virtual. Dengan fitur white-boarding digital, file akan disimpan dan dapat dibagikan dengan seluruh kelas setelah sesi belajar.

5. Digital Signage

Cisco Webex Board memungkinkan Anda menampilkan konten khusus dengan tujuan memberikan informasi yang penting bagi karyawan dan tamu di perusahaan Anda. Hal ini termasuk kalender perusahaan, pedoman keselamatan, dan informasi penting lainnya di ruang terbuka, lorong, dan lobby.

Cisco Webex Board memiliki bentuk bergaya modern mempercantik fungsionalitas perangkat yang dapat disesuaikan dengan kapasitas ruang.

1. Cisco Webex Board 55 adalah perangkat video conference all-in-one yang menyediakan semua fitur ruang co-creation berukuran 2 - 12m2 untuk kapasitas ruang 1 - 2 orang.

Ilustrasi Workspace CiscoFoto: Dok. Cisco

2. Cisco Webex Board 70 adalah perangkat video conference all-in-one yang menyediakan fitur ruang co-creation berukuran 6 - 20m2 untuk kapasitas ruang 2 - 4 orang.

3. Cisco Webex Board 85 adalah perangkat video conference all-in-one yang menyediakan semua fitur ruang co-creation berukuran 18 - 30m2 untuk kapasitas ruang 4 - 10 orang.

Ilustrasi Workspace CiscoFoto: Dok. Cisco

Dengan berbagai Solusi Co-Creation yang dimiliki di atas, Cisco menempatkan diri sebagai penyedia solusi terlengkap untuk mengimplementasikan area co-creation yang merangkul kolaborasi lebih luas dan intensif.

Dalam dunia yang terus berkembang, teknologi tidak tinggal diam. Cisco dan NTT Ltd. di Indonesia sebagai Gold Partner Cisco menjadikan perubahan sebagai peluang untuk membantu mengubah kolaborasi bisnis klien secara efektif.

Baca lebih lanjut tentang Global Workplace Report | NTT dan unduh buku elektronik pedoman pemanfaatan solusi kolaborasi yang efektif dalam mendukung kerja hybrid work NTT Cisco Safety Hybrid Workplace E-Book. NTT Ltd. sebagai perusahaan layanan teknologi bersama dengan Cisco membantu perusahaan menerapkan strategi pemanfaatan solusi teknologi cerdas kolaborasi yang terintegrasi.

(Content Promotion/NTT-Cisco)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT