Rencana Akuisisi ARM oleh Nvidia Ditentang Pemerintah AS

Rencana Akuisisi ARM oleh Nvidia Ditentang Pemerintah AS

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 06 Des 2021 07:45 WIB
Nvidia
Foto: Nvidia
Jakarta -

Federal Trade Commission (FTC), badan perdagangan Amerika Serikat, menggugat rencana akuisisi ARM oleh Nvidia senilai USD 40 miliar.

Menurut FTC, jika akuisisi tersebut terjadi maka Nvidia akan terlalu menguasai pasar dan menghambat terjadinya kompetisi. Nvidia dan ARM akan terlalu menguasai teknologi dan desain chip, demikian dikutip detikINET dari CNN Business, Senin (5/12/2021).

FTC mengancam akan memblokir akuisisi terbesar dalam sejarah semikonduktor tersebut, yang memang dipermasalahkan oleh banyak pihak.

"Chip semikonduktor mentenagai komputer dan teknologi yang sangat penting untuk ekonomi dan masyarakat modern. Kombinasi kedua perusahaan itu akan membuat teknologi dan inovasi selanjutnya terhambat, termasuk teknologi yang dipakai di data center dan sistem kendali pada mobil," ujar FTC dalam pernyataannya.

Seperti diketahui, Nvidia sudah setuju untuk membeli ARM dari SoftBank, perusahaan investasi asal Jepang, pada September 2020. Saat itu Nvidia memperkirakan perjanjian akuisisi itu akan selesai dalam 18 bulan.

Namun akuisisi tersebut mendapat tentangan dari banyak pihak, baik itu dari perusahaan teknologi maupun dari pemerintahan terkait, yaitu Inggris (basis ARM), Amerika Serikat (basis Nvidia), dan juga China.

Bahkan European Commission pun kini sudah resmi menginvestigasi akuisisi tersebut, tepatnya sejak sebulan lalu.

"Kami akan terus menjelaskan kalau transaksi akuisisi ini akan menguntungkan industri dan mengedepankan kompetisi. Nvidia berkomitmen menjaga model lisensi terbuka ARM dan memastikan kalau kekayaan intelektualnya tersedia untuk semua pihak yang tertarik untuk memakainya, baik untuk saat ini maupun di masa yang akan datang," ujar juru bicara Nvidia dalam pernyataannya.

FTC sendiri berencana untuk bekerja sama dengan badan terkait di Uni Eropa, Inggris, Jepang,d an Korea Selatan. Persidangannya diperkirakan mulai pada 9 Agustus 2022.

Masalah utama dari akuisisi tersebut adalah ARM adalah pemegang paten desain hampir semua chip yang dipakai banyak perusahaan lain. Jika akuisisi tersebut berhasil, maka paten tersebut tentu akan jatuh ke tangan Nvidia, yang juga pembuat chip.

Ditakutkan, Nvidia bakal menghambat perusahaan lain untuk menggunakan desain arsitektur chip milik ARM, dan menguasainya sendiri.



Simak Video "Dituding AS Tingkatkan Kemampuan Senjata Nuklir, Ini Jawaban China"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/afr)