Ada Perubahan Kebijakan Privasi Apple, Twitter Tetap Untung

Ada Perubahan Kebijakan Privasi Apple, Twitter Tetap Untung

Josina - detikInet
Kamis, 28 Okt 2021 15:41 WIB
Ilustrasi twitter
Ada Perubahan Kebijakan Privasi Apple, Twitter Tetap Untung (Foto: Twitter)
Jakarta -

Pada kuartal ketiga 2021 Twitter melaporkan rata-rata pengguna aktif hariannya yang dapat dimonetisasai mencapai 211 juta orang, naik 13% dari tahun sebelumnya. Angka ini termasuk penambahan 5 juta pengguna baru.

Untuk pendapatan Twitter juga mengalami peningkatan sebanyak 37% yang mencapai USD 1,28 miliar dari tahun ke tahun. Saham Twitter pun naik lebih dari 3%.

Sedangkan basis Twitter di Amerika Serikat, pengguna aktif bulanan Twitter pada kuartal tiga bertambah 1 juta dengan pendapatan naik 45% menjadi USD 742 juta.

Meski adanya perubahan kebijakan privasi Apple di iOS 14.5, di mana pengguna iPhone dan iPad diberikan pilihan apakah mereka ingin membagikan informasi mereka untuk tujuan pelacak iklan. Pendapatan Twitter tetap naik meski tidak signifikan dibandingkan pada kuartal kedua. Twitter menilai ini adalah dampak yang sederhana.

"Masih terlalu dini bagi Twitter untuk menilai dampak jangka panjang dari perubahan iOS terkait privasi Apple, tetapi dampak pendapatan Q3 lebih rendah dari yang diharapkan dan kami telah memasukkan dampak sederhana yang sedang berlangsung ke dalam panduan Q4 kami," kata Twitter sebagaimana dikutip detikINET dari Yahoo Finance, Kamis (28/10/2021).

Untuk kuartal keempat Twitter mengharapkan pendapatan antara USD 1,5 - 1,6 miliar dan pendapatan operasional antara USD 130 juta dan USD 180 juta.

"Saya bangga dengan hasil kuartal ketiga kami. Kami meningkatkan personalisasi, memfasilitasi percakapan, menyampaikan berita yang relevan, dan menemukan cara baru untuk membantu orang mendapatkan bayaran di Twitter," kata Jack Dorsey CEO TWitter dalam sebuah pernyataan.

Seiring dengan upaya perusahaan untuk memperluas bisnis periklanan yang ditargetkan, Twitter pun memperkenalkan lebih banyak fitur seperti topik yang dapat diikuti pengguna di Twitter.

Fitur-fitur tersebut menyediakan data tentang minat orang-orang yang pada akhirnya dapat digunakan untuk membantu menayangkan iklan yang relevan, kata Chief Financial Officer Twitter, Ned Segal, selama panggilan konferensi dengan para analis.

"Banyak dari ini adalah peluang yang ada di depan kita," ujar Sega sebagaimana dikutip dari Reuters.



Simak Video "CEO Twitter Jack Dorsey Pamit Undur Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)