Fakta Orang Terkaya Singapura yang Moncer dari Shopee dan Free Fire

Fakta Orang Terkaya Singapura yang Moncer dari Shopee dan Free Fire

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 04 Sep 2021 08:49 WIB
Forrest Li
Fakta Forrest Li, Orang Terkaya Singapura yang Moncer dari Shopee dan Free Fire. Foto: Forbes
Jakarta -

Forrest Li ramai diperbincangkan karena namanya masuk dalam Singapore Rich List atau Daftar Orang Terkaya Singapura. Kekayaannya bertambah berkat kesuksesan bisnis Shopee dan game Free Fire dari Garena.

Ini memperlihatkan bahwa kondisi pandemi tidak menghentikan perusahaan teknologi menambah pundi-pundi hartanya. Mereka khususnya diuntungkan dari pergeseran konsumsi akibat diberlakukannya pembatasan sosial di seluruh dunia.

Sea Ltd, induk dari e-commerce Shopee dan Garena menjadi salah satu perusahaan yang sukses moncer di tengah situasi ini. Forrest Li sebagai salah satu pendirinya, kini mencatat harta kekayaan mencapai USD 18,6 miliar (setara Rp 269,7 triliun) pada 1 September 2021. Ini menjadikannya sebagai orang terkaya kedua di Singapura setelah konglomerat Nippon Paint, Goh Cheng Liang.

Mengutip Tim Riset CNBC Indonesia, berikut ini adalah rangkuman sejumlah fakta pendiri Sea Ltd. yang masuk dalam daftar orang terkaya Singapura.

Lahir di China

Forbes mencatat, sosok dengan nama asli Forrest Xiaodong Li lahir di Tianjin, China. Tidak banyak informasi terkait masa kecilnya. Li bermigrasi ke Singapura tak lama setelah mendapatkan gelar di bidang teknik dari Shanghai Jiaotong University.

Dirikan Sea Group di 2009

Bisnis game merupakan cikal bakal Sea Group, dan segmen ini di kemudian hari menjadi divisi yang menguntungkan. Selain Forrest Li, Gang Ye dan David Chen merupakan dua pendiri lain dari Sea Ltd. Mereka bertiga resmi memulai perusahaan pada tahun 2009.

Lulusan Amerika

Li merupakan lulusan MBA dari Stanford Graduate School of Business. Selain game dan e-commerce, Li juga memiliki ketertarikan pada layanan keuangan pembayaran digital. SeaMoney merupakan layanan keuangan digital milik Sea Group.

Bersama dengan konsorsium Grab-Singtel, Sea Group diberikan lisensi penuh bank digital oleh Otoritas Moneter Singapura (The Monetary Authority of Singapore/MAS) akhir tahun lalu.

Pernah berkarier di perusahaan global

Selain menjabat sebagai CEO Sea Ltd sejak didirikan pada Mei 2009, Li pernah menjabat di perusahaan multinasional seperti Viacom Media Networks, Corning Inc. dan Motorola.

Pria 42 tahun ini juga memiliki kesibukan penting lain yakni menjadi Committee on the Future Economy yang beranggotakan 30 orang, diketuai bersama oleh Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan dan Industri (Industri) Singapura, periode Januari 2016 - Februari 2017.

Kesuksesan Shopee dan Free Fire

Kenaikan jumlah harta kekayaan Li merupakan buah dari kinerja saham Sea yang gemilang sejak awal diperdagangkan publik. Menurut prospektus awal yang terbit di situs resmi SEC, sebelum Sea melantai di bursa saham AS Wall Street, Li memegang 56,12 juta saham biasa Sea Ltd atau setara 20,7%.

Laporan terbaru pendapatan pada kuartal April hingga Juni naik sekitar 160% menjadi USD 2,3 miliar dari periode yang sama tahun lalu. Unit e-commerce Sea, Shopee, menyumbang USD 1,2 miliar. Angka ini naik 161% dari tahun lalu.

Sedangkan bisnis hiburan digitalnya, Garena, menyumbang USD 1 miliar, meningkat 167% dibandingkan tahun sebelumnya. Perolehan Garena didorong oleh popularitas Free Fire yang menjadi game mobile terlaris di Asia Tenggara, Amerika Latin, dan India di kuartal kedua berdasarkan laporan App Annie.

Unit layanan keuangan digital miliknya yang bernama SeaMoney juga mengalami peningkatan 659% dari tahun sebelumnya karena berhasil meraup pendapatan USD 89 juta.



Simak Video "Apa Saja Keunggulan Free Fire Max?"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)