Kejatuhan Spektakuler Nokia dan Siapa Tersangkanya - Halaman 3

Kejatuhan Spektakuler Nokia dan Siapa Tersangkanya

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 07 Apr 2021 05:45 WIB
Nokia 7650
Salah satu ponsel paling inovatif Nokia 7650. Foto: istimewa

Dijual Murah ke Microsoft

Nokia tetap tidak mampu berbuat banyak walau sudah mengadopsi Windows Phone dan berusaha tetap inovatif di deretan ponsel barunya. Puncaknya Nokia akhirnya dibeli Microsoft akhir 2014 lalu dengan harga terhitung murah, di kisaran USD 7 miliar.

Sungguh sebuah akhir yang cukup tragis pada mantan raja ponsel dunia. Bahkan di bawah Microsoft, Nokia tetap kepayahan. Sampai akhirnya divisi ponsel dan merek Nokia di Microsoft ditutup. Sampai akhirnya HMD Global memegang lisensi Nokia dan kembali menjual ponsel merek itu dan saat ini, performa mereka cukup lumayan.

Stephen Elop pun banyak disorot. Dengan berbagai standar pengukuran, Elop disebut salah satu CEO terburuk atau memang paling buruk. Elop dianggap orang yang salah untuk memimpin Nokia. "Ada orang lain yang seharusnya bisa menyelamatkan bisnis ponsel Nokia," kata Pekka Nykänen and Merina Salminen, penulis buku Operation Elop.

Di sisi lain mereka juga menilai kehancuran Nokia sebenarnya bukan semata salah Elop. Tapi berbagai strategi Elop untuk membangkitkan bisnis ponsel Nokia menemui kegagalan sehingga dia berperan besar dalam kejatuhan Nokia.

"Elop gagal dalam upaya menyelamatkan Nokia. Dia membuat kesalahan monumental, tapi niatnya baik. Dia mengambil risiko masif dengan menaruh semua telur ke dalam satu keranjang," kata penulis.

Mengenai berbagai tudingan yang ditimpakan padanya, Elop pernah membantah bahwa dia adalah 'kuda Trojan' yang sengaja dikirim Microsoft untuk menghancurkan Nokia.

"Kami tidak bisa melihat bagaimana caranya Symbian bisa dibawa pada level kompetitif melawan misalnya iPhone, yang diluncurkan tiga tahun sebelumnya," kata Elop mempertahankan keputusannya melenyapkan Symbian dan mengadopsi Windows Phone.

"Sedangkan mengenai isu Trojan horse itu, aku sungguh hanya bekerja untuk keuntungan para pemegang saham Nokia. Sebagai tambahan, seluruh keputusan bisnis dan strategi yang fundamental dilakukan dengan dukungan dan persetujuan dewan direksi Nokia," tambah dia.

Halaman selanjutnya: Salah siapa?