Ini Upaya Tokopedia Bantu UMKM Tumbuh di Masa Pandemi

Ini Upaya Tokopedia Bantu UMKM Tumbuh di Masa Pandemi

Abu Ubaidillah - detikInet
Minggu, 28 Feb 2021 21:51 WIB
Tokopedia
Foto: Tokopedia
Jakarta -

Sudah hampir setahun pandemi melanda negeri, sudah banyak pula perubahan yang terjadi. Termasuk membuat aktivitas belanja online semakin menjadi andalan masyarakat.

Seperti diungkapkan oleh External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya. Menurutnya, hal tersebut terbukti dari jumlah penjual dan pembeli di Tokopedia selama tahun 2020 yang memperlihatkan lonjakan signifikan.

"Per Januari 2021, jumlah penjual terdaftar diTokopedia mencapai lebih dari 10 juta, meningkat lebih dari 2,8 juta dari 7,2 juta penjual sejak Januari 2020. Di sisi lain, jumlah pembeli pun mengalami kenaikan sebesar lebih dari 10 juta, dari 90 juta menjadi lebih dari 100 juta saat ini. Pertumbuhan ini tentunya mengungkap potensi besar untukUMKM Indonesia dapat bertumbuh pesat di tahun 2021,"ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (28/02/2021).

Ia mengatakan hampir seluruh penjual yang terdaftar di Tokopedia merupakan UMKM, 94% berskala ultra mikro dan 86,5% adalah pengusaha baru. Maka dari itu pihaknya gencar melakukan pembekalan dan pemberdayaan lebih untuk UMKM di platform Tokopedia.

Selain memberikan pendampingan dalam pembukaan dan pengaturan toko, pihaknya juga memberikan edukasi reguler lewat berbagai materi edukasi dalam berbagai bentuk, seperti artikel, video, dan webinar yang bisa ditemukan di halaman Tokopedia Seller atau di laman Pusat Edukasi Seller Tokopedia dengan topik yang disesuaikan dengan kebutuhan penjual.

Ekhel juga mengatakan pihaknya senantiasa memberikan panggung yang seluas-luasnya bagi UMKM, salah satunya lewat kolaborasi dalam Bangga Buatan Indonesia (BBI) bersama kementerian terkait. Gerakan ini disebut telah membawa dampak positif bagi banyak UMKM lokal di Tokopedia.

"Contohnya, Wateru dan Whitelab, dari kategori kesehatan dan kecantikan, yang mencatat kenaikan rata-rata transaksi bulanan lebih dari 4 kali lipat," lanjutnya.

Contoh lain menurutnya ada Don Bakeshop dari kategori makanan dan minuman mengalami peningkatan hingga lebih dari 9 kali lipat. Selanjutnya ada Stayhoops dari kategori fashion yang berhasil mencatat kenaikan rata-rata transaksi bulanan menjadi 38 kali lipat dibandingkan sebelum bergabung dengan BBI.

"Kalau kami mendengar cerita sukses penjual yang bisa bertahan di masa sulit ini, kuncinya ada pada adaptasi dan inovasi. Kami melihat dengan dekat banyak penjual yang beradaptasi dengan mengeluarkan produk-produk baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat seperti masker kain, face shield, kopi literan, dll," sambungnya.

Ekhel juga menjelaskan sepanjang tahun 2020 punTokopedia turut membantupegiat usaha lokal bertransformasi online sekaligus mengajak lebih banyak masyarakat membeli produkUMKM Indonesia. Salah satunya lewat kampanye #SatuDalamKopi,Tokopedia menggandeng lebih dari 1.000 pengusaha kopi di seluruh Indonesia dan mampu meningkatkan transaksi produk kopi menjadi 2,5 kali lipat.

Kemudian ada kampanye Tokopedia Nyam yang membuat jumlah penjual makanan siap masak di Tokopedia meningkat hampir 3 kali lipat selama pandemi. Transaksi makanan siap masak juga tumbuh signifikan menjadi lebih dari 3 kali lipat jika dibandingkan dengan periode sebelum pandemi.

"TFW (Tokopedia Fashion Week) yang diadakan virtual Desember 2020 lalu berhasil mengalami peningkatan penjualan lebih dari 5x lipat dibandingkan TFW tahun sebelumnya. Ternyata, jumlah transaksi tertinggi selama TFW 2020 dipegang oleh merek-merek lokal, yaitu Batik Kultur, Zaskia Mecca, Torch, Smith Berlin dan UBS Lifestyle," lanjutnya.

Selain itu juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendukung UMKM lokal sepanjang Q4 2020. Tokopedia mengakuisisi lebih dari 2.000 penjual baru, baik individu maupun pasar tradisional di berbagai kota, seperti Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, dan Makassar.

"Kedepannya, sejalan dengan inisiatif #SelaluAdaSelaluBisa, Tokopedia akan terus berkomitmen mendorong belanja masyarakat akan produk dalam negeri sekaligus memberikan dukungan kepada pegiat UMKM Indonesia, melalui sederet inisiatif dan inovasi digital, agar dapat bersama-sama memulihkan perekonomian nasional," pungkasnya.



Simak Video "Google Tanam Investasi di Ladang Tokopedia"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)