ARM Diakuisisi Nvidia Bikin Perusahaan Ini Cemas

ARM Diakuisisi Nvidia Bikin Perusahaan Ini Cemas

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Minggu, 14 Feb 2021 09:18 WIB
arm nvidia
Foto: Istimewa
Jakarta -

Ada beberapa perusahaan yang khawatir mengenai dampak akuisisi ARM oleh Nvidia, yang saat ini tengah diinvestigasi.

Perusahaan tersebut adalah Microsoft, Google, dan Qualcomm, yang sudah menghubungi pihak berwenang di Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, dan China. mereka takut akuisisi tersebut akan mengubah skema lisensi yang selama ini diterapkan ARM untuk teknologi pembuatan chip-nya.

Nvidia sendiri sebelumnya menyatakan kalau mereka tak akan menggunakan kepemilikan tersebut untuk mengubah cara bisnis ARM, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Minggu (14/2/2021).

"Nvidia bakal mempertahankan model lisensi ARM. Kami tak berencana untuk memperlambat atau melarang pasokan ARM ke konsumen," ujar CEO Nvidia Jensen Huang.

Namun para rival Nvidia menganggap kalau Nvidia tak akan membiarkan ARM tetap netral dan memanfaatkan akuisisi tersebut untuk keuntungannya, terlebih lagi mereka mengeluarkan USD 40 miliar untuk akuisisi tersebut.

Sementara Nvidia berkilah kalau akuisisi tersebut sebenarnya bertujuan untuk menggenjot pengembangan artificial intelligence (AI), yang juga merupakan fokus terbesar Nvidia. Dari mulai teknologi upscalling GPU berbasis machine learning sampai chip untuk mobil otonom.

Pihak regulator di Amerika Serikat sendiri, yaitu Federal Trade Commission sendiri saat ini memang tengah menginvestigasi akuisisi ARM oleh Nvidia tersebut. Yaitu untuk memastikan apakah nantinya akuisisi tersebut bakal memberikan kekuasaan yang terlalu besar untuk Nvidia di bisnis pembuatan chip.

Sementara itu di Uni Eropa dan Inggris pun berjanji akan menginvestigasi akuisisi secara menyeluruh. Mereka pun dipastikan akan menerima lebih banyak protes, tak cuma dari Google, Microsoft, dan Qualcomm, melainkan juga dari berbagai perusahaan lain yang mungkin terdampak dari akuisisi ini.



Simak Video "Bantah Layanannya Down, Begini Penjelasan Google Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)