MediaTek Makin Perkasa, Tumbangkan Qualcomm di China

MediaTek Makin Perkasa, Tumbangkan Qualcomm di China

Fino Yurio Kristo - detikInet
Minggu, 24 Jan 2021 08:26 WIB
Ilustrasi MediaTek
Chip MediaTek. Foto: Ubergizmo
Jakarta -

MediaTek belum lama ini menumbangkan Qualcomm sebagai vendor chipset smartphone terbesar di dunia pada kuartal III 2020 menurut riset Counterpoint Research. Kini, laju MediaTek makin tak terbendung lantaran juga mengalahkan Qualcomm di China.

Hasil itu dipandang signifikan lantaran China merupakan pasar smartphone terbesar di dunia. Data dari CINNO Research menunjukkan MediaTek memimpin pasar chip di CHina pada paruh kedua 2020 dengan market share 31,7%, naik dari angka 17,9% di paruh pertama 2020.

Berada di posisi kedua adalah HiSilicon dari Huawei dengan market share 27,2% dari sebelumnya 37%. Kemudian Qualcomm ada di posisi ketiga degan pangsa pasar 25,4% dari sebelunya 30,8% du paruh pertama 2020.

Ya, HiSilicon sebelumnya menempati peringkat pertama disusul oleh MediaTek dan Qualcomm. Kini posisinya berubah, MediTek jadi jawara dibuntuti oleh HiSilicon dan Qualcomm.

Dikutip detikINET dari CNBC, turunnya posisi Qualcomm lantaran Huawei yang jadi salah satu konsumen terbesarnya dilarang memakai komponen asal Amerika Serikat oleh pemerintahan Donald Trump. Hal itu membuat Huawei fokus memakai prosesor HiSilicon yang dibuat bersama TSMC sehingga HiSilicon jadi produsen chip terbesar China di paruh pertama 2020.

Namun kemudian pemerintah AS memperketat sanksi pada Huawei di mana TSMC tak boleh mensuplai mereka lagi. Itu sebabnya, market share HiSilicon tergerus pada paruh kedua 2020.

MediaTek jadi pihak yang paling diuntungkan. Terlebih makin banyak vendor memakai chip buatan mereka yang terkenal terjangkau dan kemampuannya terus meningkat.

"Performa kuat MediaTek di kuartal III 2020 terjadi karena tiga alasan, perfoma kuat di segmen smartphone menengah dan pasar negara berkembang, larangan AS pada Huawei dan terakhir berhasil menggaet OEM terdepan seperti Samsung, Xiaomi dan Honor," papar Dale Gai selaku Direktur Riset Counterpoint beberapa waktu lalu.



Simak Video "Miliarder Mukesh Ambani Gandeng Qualcomm Garap 5G di India"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)