Tokopedia Diserbu UMKM Buat Jualan, Jumlahnya 10 Juta Lebih di 2020

Tokopedia Diserbu UMKM Buat Jualan, Jumlahnya 10 Juta Lebih di 2020

Erika Dyah Fitriani - detikInet
Jumat, 15 Jan 2021 16:30 WIB
Tokopedia
Foto: Tokopedia
Jakarta -

Tokopedia mencatat di sepanjang tahun 2020 jumlah penjual dan pembeli mengalami lonjakan yang signifikan. Ini karena masyarakat semakin mengandalkan aktivitas belanja online di masa pandemi.

"Per Desember 2020, lebih dari 10 juta penjual yang hampir seluruhnya UMKM telah terdaftar di Tokopedia. Ada kenaikan sebesar lebih dari 2,8 juta dari 7,2 juta penjual sejak Januari 2020," ungkap Ekhel Chandra Wijaya, External Communications Senior Lead Tokopedia dalam keterangan tertulis, Jumat (15/1/2021).

Selain jumlah penjual, Ekhel mengungkap kenaikan jumlah pembeli yang begitu signifikan di 2020. "Jumlah pembeli pun mencatat kenaikan sebesar lebih dari 10 juta, dari 90 juta pada Januari 2020 menjadi lebih dari 100 juta saat ini," tambah Ekhel.

Tak hanya menjembatani kebutuhan penjual dan pembeli di masa pandemi COVID-19, Ekhel mengungkapkan Tokopedia turut mendorong belanja masyarakat di tahun 2020. Ia menambahkan, berbagai inisiatif dilakukan Tokopedia sebagai bagian dari kampanye memajukan produk UMKM Indonesia, di antaranya:

#SatuDalamKopi

Melalui kampanye #SatuDalamKopi, Ekhel menjelaskan Tokopedia telah menggandeng lebih dari 1.000 pengusaha kopi di seluruh Indonesia. Upaya ini terbukti mampu meningkatkan transaksi produk kopi menjadi lebih dari 2,5x lipat di sepanjang 2020.

Tokopedia Nyam

Ekhel melihat kebutuhan akan panganan siap masak menjadi semakin tinggi selama pandemi. Selain itu banyak juga rumah makan yang berinisiatif menjual makanan dalam kemasan ready-to-eat sebagai bagian dari diversifikasi produk untuk mempertahankan usahanya di tengah pandemi.

Kampanye Tokopedia Nyam membuat jumlah penjual makanan siap masak di Tokopedia meningkat hampir 3x lipat selama pandemi. Transaksi makanan siap masak ini juga tumbuh signifikan menjadi lebih dari 3x lipat jika dibandingkan dengan periode sebelum pandemi.

Tokopedia Fashion Week (TFW)

Digelar secara virtual pada Desember 2020, Ekhel mengungkap TFW kali ini berhasil mengalami peningkatan penjualan lebih dari 5x lipat dibandingkan TFW tahun sebelumnya.

Lebih lanjut Ia menyampaikan jumlah transaksi tertinggi selama TFW 2020 ternyata dipegang oleh merek-merek lokal. Di antaranya Batik Kultur, Zaskia Mecca, Torch, Smith Berlin dan UBS Lifestyle.

Bangga Buatan Indonesia (BBI)

Ekhel menjabarkan gerakan nasional BBI telah membawa dampak positif bagi banyak UMKM lokal di Tokopedia. Salah satunya dalam kategori Kesehatan dan Kecantikan, Wateru dan Whitelab mencatat kenaikan rata-rata transaksi bulanan lebih dari 4x lipat.

Selain itu di kategori Makanan dan Minuman, Don Bakeshop mengalami peningkatan hingga lebih dari 9x lipat.

Tak hanya itu, kategori fashion pun menunjukkan peningkatan dengan Stayhoops berhasil mencatat kenaikan rata-rata transaksi bulanan menjadi 38x lipat dibandingkan sebelum bergabung dengan BBI.

Kerja Sama dengan Pemerintah Daerah

Terakhir, Ekhel mengungkap Tokopedia berupaya melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah di sepanjang Q4 2020. Dari kerja sama ini, ia menambahkan, Tokopedia telah mengakuisisi lebih dari 2.000 penjual baru, baik individu maupun pasar tradisional di berbagai kota, seperti Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang dan Makassar.

Ekhel menjelaskan Tokopedia akan terus berkomitmen untuk mendorong belanja masyarakat akan produk dalam negeri sekaligus memberikan dukungan kepada pegiat UMKM Indonesia. Hal ini dilakukan sejalan dengan inisiatif #SelaluAdaSelaluBisa dari Tokopedia. Komitmen tersebut akan diwujudkan melalui sederet inisiatif dan inovasi digital, harapannya Tokopedia dapat membantu memulihkan perekonomian nasional meski di tengah pandemi.

(prf/fay)