Dua Raksasa AS di Balik Bukalapak dan Tokopedia

Dua Raksasa AS di Balik Bukalapak dan Tokopedia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 17 Nov 2020 06:35 WIB
Isu Tokopedia dan Bukalapak Merger
Foto: (detikcom)
Jakarta -

Startup unicorn Indonesia, Bukalapak dan Tokopedia, jadi topik pembahasan di bulan November ini. Kedua perusahaan yang sama-sama bersaing di sektor e-commerce, baru saja disuntik dana segar oleh dua raksasa teknologi AS, Google dan Microsoft.

Kembali pada awal bulan, Bukalapak lebih dulu mendapatkan kucuran investasi bersumber dari Microsoft. Setelah itu, tepatnya kemarin (16/11) giliran Tokopedia yang dibeli sahamnya oleh Google.

Baik Bukalapak maupun Tokopedia tidak merinci berapa jumlah investasi yang digelontorkan oleh kedua perusahaan tersebut.

Microsoft dikabarkan menginvestasikan dana senilai USD 100 juta setara Rp 1,4 triliun ke Bukalapak. Di transaksi ini Microsoft bersama pendukung lainnya GIC Pte dan Grup Emtek, mereka menginvestasikan dengan penilaian antara USD 2,5 miliar dan USD 3 miliar. Pendukung lain Bukalapak termasuk Ant Group Co milik orang terkaya China Jack Ma.

Suntikan modal dari Microsoft akan membawa Bukalapak mendekati targetnya dalam mengumpulkan dana USD 200 juta untuk mendanai ekspansi online. Hingga saat ini, Bukalapak sedang berdiskusi dengan calon investor lain untuk mendapatkan tambahan modal.

Ketika itu, raksasa teknologi AS semakin mengalihkan perhatian mereka ke Indonesia. Mereka berupaya memanfaatkan populasi smartphone yang berkembang pesat di negara terpadat keempat di dunia ini.

Perkiraan itu tepat adanya. Tokopedia mengumumkan bahwa Google dan Temasek, yang merupakan perusahaan investasi asal Singapura, juga turut bergabung menyuntik dana segar ke perusahaan e-Commerce yang dinakhodai William Tanuwijaya ini.

Meski tidak disebutkan berapa jumlah investasinya, disebutkan Google sekarang memegang saham 1,6%, sedangkan Anderson Investments yang berafiliasi dengan Temasek memiliki saham 3,3%, berdasarkan dokumen yang diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM tertanggal 4 November 2020 kemarin.

Adapun, nilai saham yang dipegang Google di Tokopedia bernilai USD 1,1 juta atau setara Rp 15,5 miliar dengan kurs USD 1 = Rp 14.102. Sementara, Anderson Investments bernilai Rp 33,4 miliar.

Sebagai catatan, kata Nikkei, angka tersebut belum tentu mencerminkan modal yang sebenarnya yang dibayarkan oleh kedua belah pihak, sebab investasi bisa masih terus bergulir dalam beberapa tahap. Google dan Temasek dapat meningkatkan kepemilikan saham mereka di Tokopedia di kemudian hari.



Simak Video "Microsoft Akan Genjot Bukalapak Rp 1,46 T"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)