Orang Terkaya Jepang Disebut Terus Desak Grab-Gojek Merger

Orang Terkaya Jepang Disebut Terus Desak Grab-Gojek Merger

Virgina Maulita Putri - detikInet
Senin, 19 Okt 2020 12:12 WIB
Masayoshi Son
Bos SoftBank Turun Tangan Dorong Merger Grab-Gojek Foto: Getty Images
Jakarta -

Rumor tentang merger bisnis Grab dan Gojek terus berlanjut. Kini CEO SoftBank Masayoshi Son yang juga salah satu orang terkaya Jepang, dikabarkan terus turun tangan untuk memastikan proses ini berjalan lancar.

Berdasarkan sumber yang familiar dengan masalah ini, Son sudah mendorong co-founder Grab Anthony Tan untuk menyelesaikan perselisihan dengan Gojek. SoftBank seperti diketahui adalah salah satu pemegang saham terbesar Grab.

Dikutip detikINET dari Japan Times, Senin (19/10/2020) dua startup ride hailing ini disebut telah melakukan pembicaraan lewat Zoom setelah diskusi selama berbulan-bulan dan telah membuat progres ke arah perjanjian.

Tapi pembicaraan ini masih menyisakan pertanyaan besar tentang apakah perjanjian ini akan menggabungkan semua operasi milik kedua perusahaan atau apakah Grab hanya akan mengakuisisi bisnis Gojek di Indonesia. Tan disebut lebih memilih opsi kedua karena akan memberikan kontrol lebih besar setelah akuisisi.

Sementara itu pemegang saham Gojek lebih menginginkan kolaborasi kedua perusahaan di tingkat Asia Tenggara. Hal tersebut senada dengan rencana yang dimiliki Son.

Perbedaan keinginan inilah yang kabarnya membuat hubungan Tan dengan miliarder asal Jepang itu terjadi riak. SoftBank sendiri telah lama menjadi pendukung terbesar Grab.

Kekhawatiran lainnya yang dihadapi proses ini adalah potensi ganjalan dari regulator mengingat Grab dan Gojek adalah dua pemain ride hailing besar di Asia Tenggara yang menjalankan banyak operasi yang sama.

Masayoshi Son menjadi salah satu sosok yang mendukung bergabungnya Grab dan Gojek setelah ia mengunjungi Indonesia akhir tahun lalu.

Saat ini, Gojek dan Grab dikabarkan sedang bernegosiasi membicarakan struktur dan valuasi, sekaligus cara mengatasi kekhawatiran terkait isu anti kompetisi. Pembicaraan ini juga bergantung pada berapa lama dampak dari pandemi Corona.



Simak Video "Buntut Corona, SoftBank Jual 198 Juta Lembar Saham"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fyk)