Giliran Raksasa Chip China Terancam Dihantam Amerika

Giliran Raksasa Chip China Terancam Dihantam Amerika

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 08 Sep 2020 12:46 WIB
Pabrik SMIC
Pabrik SMIC di China. Foto: EPA
Beijing -

Perusahaan Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC) sedang resah. Raksasa chip yang berbasis di China ini kemungkinan akan menjadi sasaran baru sanksi Amerika Serikat dan dengan demikian, dapat mengancam kelangsungan bisnisnya.

SMIC mengakui mereka shock setelah Departemen Pertahanan AS atau Pentagon mengungkap usulan agar perusahaan ini masuk dalam daftar blacklist AS. Artinya, SMIC yang sedang berkembang pesat ini bakal dibatasi untuk menggunakan teknologi asal AS dan memerlukan izin khusus.

Beijing langsung bereaksi keras setelah kabar tersebut beredar. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyebutnya sebagai tindakan bullying dan juga merupakan pelanggaran aturan perdagangan internasional.

Langkah Amerika memang bisa sangat mengancam bisnis chip SMIC. Sebelumnya, Huawei, WeChat sampai TikTok juga telah terkena sanksi pemerintahan Donald Trump.

SMIC sejauh ini masih kurang maju teknologinya dalam membuat chip sebagai otak smartphone. Akan tetapi, mereka adalah penyedia prosesor penting bagi China, termasuk untuk Huawei serta punya klien asal Amerika, Qualcomm.

Jika benar masuk blacklist, SMIC bisa kolaps dan mengancam ambisi China menjadi pemimpin industri semikonduktor, menyaingi Amerika. "Hal itu bisa saja mengancam kelangsungan perusahaan," cetus Richard Windsor, penamat dari Radio Free Mobile.

Pentagon menganggap SMIC berbahaya karena disebut punya keterkaitan dengan militer China, yang telah dibantah oleh perusahaan. "Perusahaan memproduksi semikonduktor dan menyediakan layanan hanya untuk sipil dan komersial," klaim mereka.

"Kami tidak punya hubungan dengan militer China. Asumsi apapun soal keterkaitan antara perusahaan dengan militer China adalah tidak benar dan merupakan pernyataan serta tudingan yang salah," tambah perusahaan chip ini, dikutip detikINET dari BBC.



Simak Video "Biden Sebut Iran hingga Rusia Campuri Pemilu AS"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)